Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Khofifah Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional

MERAHPUTIH I BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Susuit Tubun, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (10/7). Dalam kesempatan itu, Khofifah menilai wajah baru pasar tersebut layak menjadi contoh pengembangan pasar tradisional modern di Indonesia.

Menurut Khofifah, konsep revitalisasi yang diterapkan berhasil menghadirkan pasar yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Penataan zonasi yang memisahkan area pangan basah, pangan kering, serta komoditas nonpangan dinilai membuat aktivitas jual beli menjadi lebih tertib.

"Konsepnya sangat bagus. Pasarnya bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan bagi penjual maupun pembeli. Saya optimistis Pasar Induk Banyuwangi bisa menjadi rujukan nasional," ujar Khofifah usai mendampingi Wapres.

Pasar Induk Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi. Bangunan dua lantai tersebut mampu menampung total 798 unit yang terdiri atas 397 kios, 356 los, serta 45 kios eksisting.

Berbagai zona telah disiapkan, mulai dari pangan basah, pangan kering, nonpangan, kuliner hingga area pecah belah. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi aktivitas perdagangan.

Meski mengalami pembaruan, revitalisasi tidak menghilangkan karakter bangunan lama yang memiliki nilai sejarah. Sejumlah bagian fasad tetap dipertahankan, sementara pembenahan difokuskan pada penataan interior dan fasilitas agar tampil lebih modern tanpa meninggalkan identitas pasar tradisional.

"Bangunan heritage tetap dipertahankan. Yang dilakukan adalah penataan agar lebih bersih, lebih rapi, dan memiliki sentuhan modern," kata Khofifah.

Ke depan, pasar ini juga diproyeksikan menjadi pusat wisata kuliner Banyuwangi yang beroperasi hingga 24 jam. Kehadiran berbagai kuliner khas daerah diharapkan mampu melengkapi daya tarik wisata Banyuwangi yang selama ini dikenal melalui destinasi alamnya.

Khofifah berharap proses peresmian pasar dapat segera dilakukan sehingga para pedagang dapat kembali menempati kios dan los yang telah disediakan. Dengan beroperasinya kembali pasar, aktivitas ekonomi masyarakat diyakini akan meningkat dibandingkan sebelum revitalisasi dilakukan.

"Semoga segera diresmikan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dan perputaran ekonomi di kawasan ini semakin besar," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Eva Alfiyanti (43), salah seorang pedagang yang selama masa pembangunan berjualan di lokasi penampungan. Ia mengaku senang melihat perubahan kondisi pasar yang dinilai jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

"Alhamdulillah sekarang sudah bagus sekali. Kami tinggal menunggu kapan bisa kembali berjualan di dalam pasar. Semua pedagang berharap segera ditempati lagi," katanya.

Eva berharap kehadiran pasar yang baru mampu mengembalikan jumlah pembeli dan memperbaiki kondisi ekonomi para pedagang yang sempat mengalami penurunan tajam selama proses revitalisasi berlangsung. (red)

Editor : Redaksi