Khofifah Optimistis SRT Sampang Jadi Kunci Putus Rantai Kemiskinan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SAMPANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang akan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera.

Saat meninjau pembangunan SRT di Kecamatan Camplong, Selasa (21/7), Khofifah menyebut kawasan pendidikan terpadu tersebut memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Berdiri di atas lahan sekitar 12 hektare, SRT Sampang menjadi sekolah rakyat terpadu dengan area terluas di Indonesia yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA.

Baca juga: Pasar Murah ke-84 di Pamekasan, Khofifah Perkuat Daya Beli dan Kendalikan Inflasi

Menurutnya, seluruh peserta didik dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 akan memperoleh layanan pendidikan tanpa biaya, didukung asrama, ruang kelas digital, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, hingga fasilitas olahraga. Selain pendidikan akademik, pemerintah juga akan memperkuat pembinaan karakter dan spiritual dengan menyiapkan guru mengaji melalui Dinas Sosial agar siswa mendapat bekal keagamaan, termasuk program menghafal Al-Qur'an.

Baca juga: Khofifah Ajak Jamaah At-Tijaniyah Perkuat Ketakwaan dan Ukhuwah

Khofifah menegaskan pembangunan SRT merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 melalui pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di Jawa Timur, pemerintah merencanakan pembangunan 18 SRT permanen, sementara sekolah rintisan telah berjalan di Ponorogo dan Banyuwangi.

Baca juga: Khofifah Apresiasi Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Angkat Heroisme Perang Bayu ke Panggung Dunia

Ia memastikan progres pembangunan SRT Sampang telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini akan menampung 224 siswa, dengan tambahan peserta didik dari kabupaten lain di Madura melalui skema titipan. Proses rekrutmen dilakukan secara selektif agar tepat sasaran bagi keluarga miskin, sedangkan kebutuhan tenaga pendidik dipenuhi melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sampang. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru