karena keandalannya di sisi keberlanjutan pasokan.
Menurut Dicky, selama ini kampanye hemat energi banyak dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dan NGO. Kebanyakan kegiatan komunikasi tersebut sebelum masa pandemi Covid-19 dilakukan tanpa strategi komunikasi yang baik dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Atasi Antrean Solar, Patra Niaga Diminta Pastikan Pasokan Aman
Sementara itu, di masa pandemi sangat sedikit kegiatan kampanye hemat energi. Sementara itu, pendiri Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) Emilia Bassar dalam kesempatan yang sama saat diskuai mengatakan terjadinya pandemi Covid-19 memberikan tantangan baru bagi banyak pihak dan sektor dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia.
Baca juga: Kelangkaan BBM Buat Wisatawan Batal ke Komodo, Pariwisata Labuan Bajo Kembali Tercoreng
"Kami khususnya CPROCOM terus menyuarakan komunikasi transformasional untuk
menggerakkan seluruh elemen masyarakat bertindak menjaga kondisi alam di era normal baru yang kondisinya lebih baik dari masa sebelum terjadinya wabah Covid-19," kata Emilia. (nom/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan