MERAHPUTIH | JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menyatakan, para pengusaha kini tengah mempersiapkan diri memasuki era new normal di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
Kepastian itu dilakukan setelah adanya pengecualian di beberapa sektor usaha yang sudah dilakukan test case selama penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Baca juga: Pemprov Jateng Adakan Sosialisasi Antikorupsi untuk Pelaku Usaha
“Untuk New Normal, insyaallah kita siap. Karena kemarin itu sudah ada test case-nya pas waktu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu kan sudah ada pengecualian,” ungkap Hariyadi B Sukamdani, Minggu (7/6/2020).
Hariyadi menyebut, pengecualian yang dimaksudkan itu dilakukan pada 11 sektor usaha dengan dikeluarkannya sebanyak 17 ribu ijin oleh Kementerian Perindustrian agar sektor-sektor itu, agar bisa beraktivitas lagi di masa new normal.
“Pengecualian di 11 sektor. 11 sektor itu dan juga tetap ada ijin dari Kementerian Perindustrian. Itu sudah berjalan. Dan Alhamdulillah sudah dikeluarkan ijinnya 17 ribu perusahaan. Dan Alhamdulillah, itu juga aman. Itu bisa berjalan dengan baik,” jelas Hariyadi B Sukamdani.
Baca juga: Motor Listrik Buatan Anak Bangsa Dipuji Kemenperin
Meski begitu, Hariyadi menegaskan, dunia usaha dan sektor perindustrian tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol penanganan covid-19 di era new normal.
“Kita siap. Jadi, kita ikut protokol dari protokol kesehatan. Terus, masing-masing sektor punya protokol sendiri-sendiri. Punya pedoman sendiri-sendiri. Dikarenakan Pemerintah sudah membuat arahan dari Protokol itu, jadi kita mengacu ke protokol itu. Sejauh ini pengusaha siap, kita siap memasuki new normal,” tandasnya.
Selain itu, Hariyadi juga tetap mengharapkan agar Pemerintah menjalankan polymerase chain reaction test (PCR) dan atau rapid test, bagi karyawan dan juga pengusaha yang akan menjalankan roda perekonomian di era new normal.
Baca juga: Kapolres SBT: Tidak Benar Anggota Membekingi Pengusaha China
Meskipun, lanjutnya, sebelumnya Apindo sudah pernah mengajukan agar pemerintah membantu pelaksanaan rapid test itu, namun nampaknya belum terlaksana.
“Rapid test, itu dulu kita minta diberikan kepada perusahaan. Jadi kita minta dibantu untuk rapid testnya. Tapi, sekarang kita enggak tahulah gimana gitu loh. Katanya baru-baru ini mau dilakukan, belum ada seminggu. Susahlah kita bicara-bicara begitu. Antara harapan dan kenyataan tak sejalan. Yang pasti kita lakukan PSBB ajalah dulu,” jelasnya. (*)
Editor : Agiyo monseh F