Tiga Tahun Beruntun, Proyek Rumah Pompa Surabaya Diborong PT Ganesha

harianmerahputih.id

MERAH PUTIH | Surabaya – Di saat masyarakat terkonsentrasi melawan wabah virus corona (Covid)-19, pembangunan rumah pompa dan pintu air Petekan, Surabaya nyaris tak diperhatikan. Padahal proyek yang didanai APBD ini diduga tidak beres. Selain menyedot anggaran Rp 106,9 miliar. Proyek ini diduga diborong atau dimonopoli rekanan Pemkot Surabaya.

Informasi yang diperolah tim Harian Merah Putih, rekanan Pemkot itu adalah PT. Ganesha Jaya yang beralamat di Jl. Dukuh Kupang Timur XI/42, Surabaya. Sejak lelang pembangunan rumah pompa dan pintu air Petekan pada 2018, 2019 dan 2020, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Surabaya selalu memenangkan PT. Ganesha Jaya.

“Jadi tiga tahun berturut-turut proyeknya digarap PT. Ganesha Jaya. Kok kayak dia (PT. Ganesha Jaya,red) saja kontraktor di Surabaya. Padahal yang ikut lelang juga banyak,” ungkap salah seorang pengusaha konstruksi di Surabaya, kemarin.

Ia mencontohkan lelang tahun anggaran 2020 ini. Ada 41 perusahaan konstruksi yang mengikuti lelang pembangunan rumah pompa Petekan. Kemudian disaring menjadi tiga kontraktor, yakni PT. Indopenta Bumi Permai, PT. Sarana Marga Perkasa, dan PT. Ganesha Jaya. Saat itu, PT. Indopenta menawar Rp 21.018.718.022,40 dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dibuat PPK sebesar Rp 21.084.799.452,27. Lalu, PT Sarana Marga Perkasa mengajukan penawaran Rp 21.159.926.070,91.

“Namun yang dimenangkan PT. Ganesha Jaya dengan penawaran harga Rp 20.860.650.766,50. Ada selisih sekitar Rp 224 juta,” jelas kontraktor yang meminta namanya tak disebutkan di Koran.

Yang janggal, menurut dia, kenapa kok selalu PT. Ganesha Jaya yang dimenangkan oleh Pemkot. “Ada apa kontraktor ini dengan orang PU (Dinas PU Bina Marga dan Pematusan) atau ULP. Jangan-jangan karena ada kedekatan sehingga dimenangkan selama tiga tahun berturut-turut,” beber sumber ini.

Data yang diperoleh Tim Merah Putih, selama tiga tahun lelang pembangunan rumah pompa dan pintu air Petekan total anggarannya senilai Rp 106.961.790.767. Tahun anggaran 2018, misalnya. Proyek ini dengan HPS Rp 45.754.612.000. Namun PT Ganesha menawar Rp 45.243.214.273 dan dinyatakan sebagai pemenang.

Begitu juga tahun anggaran 2019. PT Ganesha kembali menang dengan nilai kontrak Rp 40.857.925.728 dari HPS senilai Rp 41.499.837.243. Sedang tahun 2020 ini HPS Rp 21.084.799.452 ditawar Rp 20.860.650.766. “Lagi-lagi PT Ganesha yang menang. Anehnya lagi, pembangunannya kok selesai-selesai. Padahal katanya untuk mengatasi banjir di Surabaya. Ada apa ini?” tutur kontraktor ini mempertanyakan kejanggalan itu.

Pantauan Harian Merah Putih di lokasi Proyek Rumah Pompa Petekan terlihat beberapa pekerja proyek yang berada di lokasi. Terlihat juga satu unit alat berat yang berada di lokasi proyek pembangunan. Tampak peralatan yang berantakan. Potongan triplek bekas penutup cor dibiarkan begitu saja dan tak dibersihkan.

Untuk diketahui, pembangunan rumah pompa Petekan ini dimulai sejak 2018. Proyek ini rencananya akan dijadikan sebagai sarana pencegah banjir yang diharapkan dapat menggantikan peran 20 rumah pompa di Surabaya Pusat dan Utara. Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga sempat mengunjungi proyek ini, didampingi Kepala Dinas PU Binamarga Surabaya Erna Purnawati.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo mengaku kaget proyek pembangunan rumah pompa Petekan dikerjakan PT. Ganesha Jaya selama tiga tahun berturut-turut. "Saya malah baru tahu sekarang mas kalau yang memenangkan lelang mulai 2018 itu adalah PT. Ganesha, kalau tahun ini memang saya tahu jika yang memenangkan lelang itu adalah PT Ganesha," kata Agoeng dikonfirmasi Harian Merah Putih, Minggu (21/6/2020).

Menurut Agoeng, yang mengurusi lelang proyek-proyek Pemkot adalah Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Surabaya. Kalau memang ada pengaturan proyek untuk memenangkan kontraktor atau peserta lelang tertentu, maka ULP yang harus menjelaskan. "Kalau PT Ganesha yang menang lelang mulai 2018 sampai 2020 dalam pekerjaan Rumah Pompa Petekan, saya baru tahu sekarang," ujarnya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas PU Binamarga Surabaya Erna Purnawati ketika dikonfirmasi melalui selulernya, terkait progres pembangunan Rumah Pompa Petekan belum dapat memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara dihubungi melalui sambungan telepon maupun whatsapp juga tidak memberikan jawaban. (her/fd/red)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru