Jaringan Alumni Jadi Fokus, IKA FH UNAIR Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (IKA FH UNAIR) bergerak cepat mematangkan agenda pelantikan kepengurusan yang akan digelar pada 13 Juni mendatang. Dalam satu hari, jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar Affandi, S.H., M.H, serta Gubernur Jawa Timur Dr. (HC) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga dan Pelindung IKA FH UNAIR.

Audiensi pertama berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (2/6). Selanjutnya, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Gedung Negara Grahadi untuk bertemu Khofifah Indar Parawansa.

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua IKA FH UNAIR Syaiful Ma’arif bersama jajaran pengurus, yakni Andirahmean Pohan, Ali Mannagalli, Boedi Prijo Soeprayitno, Edward Dewaruci, Indah Wahyuni, Lilik Pudjiastuti, Adi Sarono, Dwi Prasetyo, serta Kukuh Pramono Budi.

Pada audiensi dengan Kajati Jatim, Syaiful Ma’arif memperkenalkan susunan kepengurusan IKA FH UNAIR sekaligus menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan organisasi alumni tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kesediaan Abdul Qohar Affandi selaku Ketua Dewan Kehormatan IKA FH UNAIR untuk hadir dan menyaksikan prosesi pelantikan pengurus.

“Beliau merupakan bagian penting dari keluarga besar alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Karena itu kami berharap beliau berkenan hadir dan memberikan dukungan pada momentum pelantikan nanti,” ujar Syaiful.

Menanggapi undangan tersebut, Abdul Qohar Affandi menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam agenda pelantikan. Dukungan dari unsur penegak hukum tersebut dinilai menjadi energi positif bagi pengurus baru dalam menjalankan program kerja yang berorientasi pada penguatan jejaring alumni serta kontribusi bagi masyarakat.

Usai bertemu Kajati Jatim, rombongan pengurus IKA FH UNAIR melanjutkan audiensi dengan Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Syaiful Ma’arif kembali memaparkan susunan kepengurusan sekaligus menyampaikan rencana pelantikan yang akan digelar pada 13 Juni 2026. Ia juga secara langsung meminta kesediaan Khofifah untuk melantik pengurus IKA FH UNAIR periode terbaru.

Selain itu, Syaiful melaporkan sejumlah persiapan yang telah dilakukan panitia. Pelantikan tersebut direncanakan akan dihadiri berbagai tokoh penting dari lingkungan Universitas Airlangga dan alumni Fakultas Hukum.

Beberapa nama yang dijadwalkan hadir antara lain Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga Prof. (HC) Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., Ketua Dewan Pertimbangan IKA FH UNAIR Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H., serta Ketua Dewan Pakar IKA FH UNAIR Prof. Dr. Sogar Simamora, S.H., M.Hum.

Menurut Syaiful, pelantikan nanti bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi alumni Fakultas Hukum UNAIR yang selama ini telah berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari pemerintahan, penegakan hukum, dunia usaha, akademisi hingga organisasi kemasyarakatan.

“Kami ingin menjadikan IKA FH UNAIR sebagai wadah yang mampu menghubungkan kekuatan alumni lintas generasi. Dengan jejaring yang kuat, alumni dapat berkontribusi lebih besar bagi almamater, masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menyambut positif semangat yang ditunjukkan para pengurus IKA FH UNAIR. Sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga sekaligus Ketua Pelindung IKA FH UNAIR, ia menilai keberadaan organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi dan reputasi perguruan tinggi.

Khofifah mengaku senang melihat antusiasme para pengurus yang ingin membangun organisasi alumni secara lebih solid dan progresif. Menurutnya, kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademiknya, tetapi juga oleh jaringan alumninya yang tersebar di berbagai sektor.

“Saya senang melihat semangat para pengurus IKA FH UNAIR. Yang perlu terus diperkuat adalah jaringan alumni, karena kekuatan sebuah almamater juga terletak pada kekuatan dan soliditas para alumninya,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, Universitas Airlangga selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang melahirkan banyak tokoh nasional. Oleh sebab itu, hubungan antarsesama alumni perlu terus dijaga dan diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurut Khofifah, jejaring alumni yang kuat akan menjadi modal sosial yang sangat berharga, baik untuk mendukung pengembangan almamater maupun menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

“Alumni memiliki pengalaman, kompetensi, dan jejaring yang luar biasa. Jika seluruh potensi itu dapat disinergikan, maka kontribusinya akan sangat besar, tidak hanya untuk Universitas Airlangga tetapi juga untuk pembangunan daerah dan bangsa,” tuturnya.

Pada tanggal 9 Juni mendatang, Pengurus IKA Komisariat FH UNAIR akan beraudiensi dengan Ketua Mahkamah Agung Prof. (HC) Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. di Jakarta selaku Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga.

Audiensi yang dilakukan dalam satu hari tersebut menjadi bagian dari upaya pengurus IKA FH UNAIR membangun komunikasi dengan para tokoh alumni dan pemangku kepentingan. Dukungan yang diberikan oleh Kajati Jawa Timur maupun Khofifah Indar Parawansa diharapkan semakin memperkuat langkah organisasi dalam menjalankan program-program yang berorientasi pada pengembangan alumni, penguatan almamater, serta pengabdian kepada masyarakat.(pps)

Editor : Redaksi