Khofifah Tinjau SPMB di SMAN 2 Surabaya, Beasiswa Sekolah Swasta Jatim Naik Signifikan

MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memastikan proses verifikasi data calon peserta didik berjalan tertib dan lebih terstruktur dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Khofifah, tahapan verifikasi yang telah dimulai sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026 dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus menghindari penumpukan pendaftar di sekolah. Setiap calon siswa telah memperoleh jadwal yang jelas mengenai waktu dan tanggal verifikasi dokumen sehingga proses pelayanan dapat berlangsung lebih efektif.

“Hari ini dimulai. Proses verifikasinya sejak 29 Mei dan berakhir 9 Juni. Suasananya cukup longgar karena semuanya sudah diatur waktunya. Mereka sudah mengetahui kapan harus datang untuk melakukan verifikasi seluruh data primer yang diperlukan,” ujar Khofifah usai melakukan peninjauan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan berbagai pembenahan dalam pelaksanaan SPMB agar masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang semakin baik. Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung sekolah negeri masih memiliki keterbatasan sehingga tidak seluruh calon siswa dapat diterima di sekolah yang menjadi pilihan utama mereka.

“Sebanyak apa pun harapan masyarakat untuk bisa masuk sekolah yang diinginkan, kita harus memahami bahwa kapasitas SMA dan SMK negeri di Jawa Timur saat ini sekitar 39,3 persen dari total lulusan. Karena itu akan selalu ada ruang yang harus dipenuhi oleh sekolah swasta,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Khofifah, menjadikan keberadaan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan menengah di Jawa Timur. Karena itu, Pemprov Jatim memberikan apresiasi tinggi kepada SMA dan SMK swasta yang secara sukarela membuka program beasiswa bagi peserta didik baru.

Dalam pemaparannya, Khofifah mengungkapkan bahwa jumlah sekolah swasta yang menyediakan beasiswa mengalami peningkatan cukup signifikan pada tahun ini. Jika pada 2025 terdapat 1.757 SMA dan SMK swasta yang berpartisipasi dalam program tersebut, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah.

Peningkatan jumlah lembaga pendidikan yang menyediakan bantuan biaya pendidikan itu juga berdampak langsung terhadap jumlah calon siswa penerima manfaat. Tahun lalu, kuota penerima beasiswa yang disediakan sekolah swasta mencapai 72.989 siswa. Sementara pada tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 79.086 siswa.

“Kami menyampaikan terima kasih karena SMA dan SMK swasta memberikan ruang beasiswa kepada anak-anak Jawa Timur. Tahun lalu ada 1.757 sekolah yang berpartisipasi, sekarang meningkat menjadi 2.106 sekolah,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, bertambahnya jumlah sekolah swasta yang terlibat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam dunia pendidikan Jawa Timur. Kehadiran program beasiswa tersebut dinilai mampu membantu masyarakat yang terkendala biaya sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Calon murid yang bisa mendapatkan beasiswa juga meningkat. Tahun lalu sebanyak 72.989 siswa, sekarang menjadi 79.086 siswa. Ini jumlah yang sangat signifikan untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak di Jawa Timur. Dengan semakin banyaknya sekolah yang menyediakan beasiswa, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya yang tinggi.

Ia berharap seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan akuntabel hingga proses penerimaan siswa selesai. Pemprov Jatim juga berkomitmen terus melakukan evaluasi serta penyempurnaan sistem agar pelayanan pendidikan semakin mudah diakses oleh masyarakat.

“Semoga SPMB tahun ini berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan layanan terbaik. Yang terpenting, seluruh anak-anak Jawa Timur tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta,” tuturnya.

Pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Timur menjadi salah satu momentum penting dalam memperluas akses pendidikan menengah. Di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri, dukungan ribuan sekolah swasta melalui program beasiswa diharapkan mampu menjadi jaring pengaman bagi puluhan ribu siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.(pps)

Editor : Redaksi