Pejabat itu Beri Rumah Seharga Rp 1,1 M, Apartemen dan 2 Mobil ke WIL

harianmerahputih.id
Rumah mewah di kawasan Wiyung, Surabaya yang diberikan oknum pejabat Kementrian PUPR berinisial En kepada WIL-nya di Surabaya. Wanita yang dinikahi siri ini juga dibelikan mobil CRV dan Juke.

Oknum pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diduga memiliki wanita idaman lain (WIL) di Kota Surabaya, tampaknya bukan isapan jempol. Terungkap oknum ini telah memberikan sejumlah barang mewah ke wanita ini. Mulai rumah, mobil, apartemen hingga tempat usaha.

Setelah berjalan 11 bulan, hubungan ‘gelap’ antara oknum pejabat PUPR berinisial En dengan wanita berisial A mulai retak. Saat ini En dinas di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali. Pria berkaca mata ini juga menangani proyek fisik dan menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK). Sedang A tetap tinggal di Kota Surabaya.

 Kepada wartawan Harian Merah Putih, A menceritakan bahwa dirinya diberikan sejumlah fasilitas. Di antaranya mobil Honda CRV warna putih dan Nissan Juke warna putih. Lalu rumah mewah di kawasan Wiyung, Surabaya, yang harganya sekitar Rp 1,1 miliar. Wanita yang pernah bekerja di sebuah tempat hiburan kesohor di Surabaya ini juga diberikan unit apartemen dan sebuah toko untuk tempat usaha. Belum lagi fasilitas lain seperti uang bulanan, perjalanan wisata hingga diberangkatkan umroh.

 Namun saat ini, dia mengakui hubungannya dengan En sedang retak. "Saya ndak enak sama istrinya mas, karena Pak En berniat meninggalkan anak dan istrinya agar bisa meresmikan hubungan dengan saya," ungkap A kepada Harian Merah Putih di sebuah warung makan di Surabaya, baru-baru ini.

Untuk meyakinkan wartawan Harian Merah Putih, dia lantas memperlihatkan percakapannya dengan En di aplikasi Whatsapp (WA). Dalam percakapan itu terungkap bahwa En ngotot ingin menikahi A secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebab selama ini, status En dan A baru nikah siri atau nikah di bawah tangan secara agama.

 Untuk meyakinkan A, oknum pejabat ini menjanjikan akan membawa wanita berparas cantik ini untuk diperkenalkan pada keluarganya di Solo, Jawa Tengah. Namun A menolak karena melihat dua putri En masih membutuhkan sosok seorang ayah. “A***n dan n***a perlu sosok ayahhh. Perlu kasih sayang dari ayah,” sebut A di percapan WA yang diperlihatkan Harian Merah Putih.

 “Tp bukan suami d***. Msh bs ktm kok. Wes km g blh nolak. Km ak ajak ke ortuku, Ak kenalin resmi Kpn siap Trus ke Kua,” balas En.

 Berikut ini petikan percakapan antara A dengan En:

A:            Jangan gegabahh fikir kembalii,,,

En:          Sdh final. Telp ak. Tutup yg lm...kita suami istri sah. beneran.. ak ksh waktu km siap... km ak bw ke solo. Km g blh nolak.. penuhi janjimu.

A:            Aku trauma ... dan aku merasa sangat ngga nyaman apalagi km sdh pernah ke polisi mau ngelaporkan aku dan kmrn kamu bawa pengacara hubungi aku dan km mengungkit pemberian kamu semua ... Ngga ada lho cowok yg spt itu yg aku kenal ... dan kmrn kata talak itu bagiku sdh final sulit utk rujuk .. aku ngga mau jatuh kelubang yg sama ... Jangan mengganggu hidup saya lagi ya aku mohon ... Biarkan aku tenang melanjutkan hidupku…

En:          Maaf g bs. Penuhi janji km. Kita nikah. G ada alasan.

 A:            Saya ga pernah janji seperti itu,,,

En:          Wes km pikir tenang. Maaf km sdh janji. Om wayan saksinya. Mama km jg tau. Siap kpn k solo Kbrin.

A:            Ojok haluuu.. Tangiiioooo.

En:          Ok, Proses lanjut Tks

                Sdh keliatan org mcm apa km!!

 

A:            Bapak endi yg terhormat.. saya minta maaf yang sebesar2 atas semua yang sudah terjadi .. saya tidak mau dipaksa untuk melanjutkan hubungan ini .. saya merasa sudah cukup hidup dalam tekanan dan merasa sangat tidak nyaman .. akan berakibat lebih buruj bisa dipaksakan .. saya tidak mau menyakiti semua nya .. saya ingin hidup tenang .. kalaupun memang bapak endi sayang dan cinta dengan saya maka sudah seharusnya bapak membuat saya bahgia meskipun itu tidak harus bersama bapak .. tolong dimengerti dan dipahami .. setelah apa yang terjadi saya benar2 tidak mau melanjutkan hubungn ini ke depannya .. tolong jangan paksa saya karena nanti tidak akan membawa manfaat akan lebih banyak mudhorot nya .. tolong dipikirkan sesuatu yang dipaksa kira2 bagaimana..

En:          Baik tdk apa2 tp bisakah saya minta surat perpisahan ini dinotariskan? Agar ke dpn tdk saling mengganggu..Klo berkenan akan diurus dan ibu tinggal tanda tangan saja. File2 foto dan surat pernikahan siri dihapus?

                Maaf utk mbl dan renov rumah bagaimana. Klo g salah crv dijual uangnya lunasi juke dan juke ibu bawa.. sisa saya. Utk apart, toko dan umroh sy ikhlaskan. Rumah silakan ibu ambil tp renov 250 juta bagaimana? Tolong dibagi 2..apabila ibu keberatan renovasi. Maka barang2, keramik dll saya ambil...silahkan cicilan rumah ibu teruskan

Sisa 50 juta tg jwb ibu ke pak rozi.  Kita pisah baik2 ya.. Tlg nggih ibu pertimbangkan. Saya janji tdk akan ganggu...kitabaik2 pisah..tp ibu jgn kemaruk materi.  Tlg pikirkan tanggungan dan beban hutang saya krn berhubungan dg ibu selama 11

             Insha Alloh ibu setuju saya tdk akan pernah temui ibu lg dan keluarga. jika saya sampai melanggar saya siap dengan konsekuensi. Saya lelah bertengkar dg ibu, ayo pisah baik2. Smg ke dpn ibu lbh baik segalanya.

 A:            Kasih saya waktu utk menenangkan diri dulu kira2 dua minggu sambil saya pikirkan permintaan bapak endi bagaimana baiknya utk semuanya... Tolong jangan hubungi saya dulu atau keluarga selama kurun waktu itu.. Biarkan saya tenang dan berfikir jernih.

 Sementara itu, En yang dihubungi melalui ponselnya di nomor 08522940XXXX untuk kebenaran pengakuan A, Senin (20/7), sedang tidak aktif. Sebelumnya, Harian Merah Putih sudah menghubungi En melalui selulernya.Namun, En enggan memberikan jawaban. Padahal dihubungi melalui pesan whatsapp-nya, terlihat pesan dari Harian Merah Putih sudah dibaca oleh En. Begitu juga ketika dihubungi melalui sambungan teleponya, En seolah enggan menjawab. Bahkan, En memblokir nomor telepon wartawan Harian Merah Putih.

Sedang Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Achmad Subki yang membawahi Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali ketika diminta komentar terkait indikasi anak buahnya yang mempunyai wanita idaman lain (WIL) enggan memberikan tanggapan. Dihubungi melalui pesan whatsapp-nya,  di nomor 0811155xxxx Subki tidak mau membalas konfirmasi yang dilakukan oleh Harian Merah Putih.

Bahkan, ketika dihubungi langsung melalui sambungan seluler, Subki juga enggan mengangkat telepon dari Harian Merah Putih yang ingin meminta tanggapan terkait pemberitaan yang telah dimuat di Harian Merah Putih. (tim)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru