Bus Tabrakan, 20 Orang Tewas dan 30 Orang Luka-luka

harianmerahputih.id
Ilustrasi (REUTERS/Rebecca Cook) (Istimewa)

MERAHPUTIH| THAILAND- Sebanyak 20 orang tewas dan sekitar 30 orang luka-luka saat bus yang menuju kuil Budha bertabarakan dengan Kereta di Thailand, Minggu. Demikian diberitakan otoritas setempat.

Informasi yang dihimpun para penumpang bus sedang melakukan perjalanan dari provinsi Samut Prakan ke sebuah kuil Buddha di Chachoengsao untuk upacara penghargaan yang menandai akhir dari Pra-paskah Buddha.

Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

 

Insiden kecelakaan terjadi pada pukul 8:05 pagi waktu setempat, di dekat stasiun kereta Khlong Kwaeng Klan, 63 km ke arah timur dari Bangkok, kata Maitree Tritilanon, Gubernur provinsi Chachoengsao, di mana kecelakaan tersebut terjadi.

Sebuah bus tur yang membawa sebanyak 60 pekerja pabrik menuju sebuah upacara Buddha di kuil tengah melintasi rel kereta saat ditabrak oleh kereta barang menuju ibu kota dari bagian timur Thailand.

Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021

Bus itu terbalik dan bagian atasnya robek, dengan puing-puing dan logam berserakan di sekitar area kecelakaan, sebagaimana terlihat dalam gambar dari petugas penyelamat. Kereta tetap berada di rel.

Gubernur Maitree mengatakan perlintasan itu memiliki alarm tetapi tidak ada penghalang untuk memblokir lalu lintas saat kereta datang. Dia mengatakan provinsi itu akan memasang gundukan dan penghalang kecepatan serta menebang pohon di dekat penyeberangan untuk meningkatkan jarak pandang.

“Biarlah kasus ini menjadi pelajaran, dan kami akan melakukan perbaikan di tempat-tempat yang berisiko agar kecelakaan seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Maitree dalam pernyataannya.

Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa

Jalan di Thailand termasuk yang paling mematikan di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ada sedikit peningkatan meskipun kampanye keselamatan telah dilakukan selama bertahun-tahun. (red)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru