MERAHPUTIH| JAYAPURA- Bentrok antara anggota Satgas PAM Rahwan 775/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya ternyata berawal dari masalah sewa motor.
Informasi yang berhasil dihimpun tim harianmerahputih.id menyebutkan, kronologi peristiwa tersebut adalah, pada Sabtu, (11/4) Pukul 16.00 WIT, Bripda Petrus, anggota Polres Mamberamo menyewa motor kepada tukang ojek atas nama Rahman. Perjanjiannya, setiap satu jam, Petrus membayar Rp 50 ribu.
Namun, ketika dikembalikan Petrus terhitung sudah menggunakan motor selama tiga jam. Tapi, Petrus hanya membayar Rp 50 ribu saja. Karena menyewa tiga jam, Rahman meminta dibayar penuh yaitu Rp 150 ribu. Bukannya dikasih uang yang diminta Rahman, Petrus malah meminta STNK motor. Oleh Rahman, STNK diberikan kepada Petrus. Tapi, Petrus lantas menginjak-injak STNK dan berteriak supaya memanggik Ketua pangkalan ojek.
Baca juga: Presiden Prabowo: Airbus A400M Jadi Simbol Kekuatan dan Kepedulian Indonesia
Tidak terima, Rahman kemudian melapor ke anggota Satgas 755/20/3-Kostrad. Selanjutnya anggota Satgas mencari Petrus. Sekitar pukul 16.30, waktu setempat, anggota Satgas bertemu dengan anggota Polres dan terjadilah keributan. Tapi, keributan bisa diredam. Pukul 21.00, salah seorang Perwira penghubung dan Dapos Satgas berkoordinasi dengan Kapolres Mamberamo untuk menyelesaikan masalah itu.
Tapi, bukannya selesai, masalah malah berlanjut. Minggu, (12/4), sekitar 50 orang anggota Polres Mamberamo mendatangi pos Satgas Pamrahman 755/Kostrad dengan membawa senjata laras panjang dan pendek. Wadan Pos sempat berkoordinasi dengan Polres. Tapi, keributan tidak bisa dihindarkan ketika salah seorang anggota polisi menantang anggota Kostrad dengan berkelahi menggunakan tangan kosong.
Baca juga: Presiden Prabowo Serahkan Airbus A400M ke TNI: Babak Baru Mobilitas Udara Strategis Indonesia
Keributan kembali pecah, karena anggota Kostrad kemudian mendorong anggota polisi. Batu dan kayu berterbangan. Dalam situasi panas, entah siapa yang lebih dulu mencabut pistol, baku tembak tidak terhindarkan.
Dalam baku tembak, tiga anggota polisi tewas sedangkan satu anggota Kostrad, mengalami luka-luka di bagian pelipis. Tiga anggota polisi anggota Polres Mamberamo Raya yang meninggal akibat luka tembak yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga dan Briptu Alexander Ndun. (tim harianmerahputih.id)
Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri HUT Ke-20 IKEMAL di Papua
Editor : Eko Yudiono