Pasar PPI Surabaya Ditutup, Said : Regulasi PSBB Hanya Terkena Usaha Kecil

harianmerahputih.id
Situasi Pasar PPI di Surabaya setelah ditutup oleh PD Pasar Surya. ( foto : hmp/ton)

MERAHPUTIH|SURABAYA – Pasar Gresik PPI yang terletak di kawasan jalan Jepara ditutup sementara oleh Pemkot Surabaya. Tidak beroperasinya pasar tersebut ini berlaku mulai hari, Rabu (15/4) hingga 14 hari ke depan.

Penutupan sementara pasar yang dikelola PD Pasar Surya tersebut, dengan dalih mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19 di kawasan itu. Maka, ratusan pedagang pun kini seakan gigit jari ditengah melemahnya ekonomi dampak Covid-19.

Penutupan pasar tersebut tertuang dalam surat dari Kecamatan Krembangan nomor 300/323/436.9.15/2020 ditandatangani Camat Krembangan Agus Tjahyono, tertanggal 14 April 2020.

“Sementara pasar diminta tutup selama 14 hari. Nanti akan dievaluasi setelahnya,” ujar Agus Tjahyono.

Sementara, Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya M Taufiqurrahman mengaku, surat dari Kecamatan Krembangan langsung ditujukan kepada para pedagang, termasuk pedagang di Pasar Gresik PPI yang dikelola PD Pasar Surya. Namun ia menerangkan direksi PD Pasar Surya mendapat tembusan surat dari Kecamatan Krembangan itu.

Menurut Taufiqurrahman, PD Pasar Surya bisa menerima dihentikannya pasar Gresik PPI ini. “Ini juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya kepada pedagang yang di pasar Gresik PPI yang dikelola PD Pasar Surya,” katanya.

Disinggung mengenai nasib pedagang yang tidak bisa beroperasional selama 14 hari, dirinya mengaku tidak mengetahui apakah akan ada pengajuan bantuan sosial untuk pedagang atau tidak. Sebab, sambung Muhibuddin, pihaknya belum mendapat informasi permintaan dari Pemkot.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, Said Sutomo menilai
penutupan itu seolah-olah terimbas hanya pada kalangan menengah ke atas tidak terkena oleh regulasi PSBB sehingga terkesan diskriminatif. Seperti masih dibukanya akses bandara yang sebenarnya tak kalah pentingnya dalam memutus rantai penyebaran virus Corona saat ini.

Padahal, menurut Said, pangan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia hidup disamping sandang dan papan. Ketersediaan pangan itu tidak bisa ditunda-tunda.

"Pasar ditutup semua untuk mencegah penyeberan corona / covid-19 memang perlu, namun kebutuhan distribusi bahan pangan sebagai bahan pokok hidup manusia harus dijamin pemerintah tercukupi," tandas Said. (ton)

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru