MERAHPUTIH|MAMAUJU-Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo menyebabkan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat belum beroperasi normal.
"Masih ada kerusakan pada sejumlah instalasi PDAM ini, sehingga airnya belum mengalir keseluruh perumahan warga disini," kata Direktur PDAM Kabupaten Mamuju, Muhammad Nur di Mamuju, Kamis, demikian seperti dilansir ANTARA.
Ia mengatakan, PDAM Mamuju masih berupaya memperbaiki kerusakan jaringan instalasi air ini setelah rusak akibat gempa.
"Perumahan BTN yang paling padat di Mamuju yakni BTN Graha Nusa di Kelurahan Simboro sebagian belum dialiri air, akibat jaringan instalasinya di Desa Patti'di masih mengalami kerusakan akibat gempa," katanya.
Menurut dia, gempa Mamuju pada 15 Januari 2021 mengakibatkan instalasi air di sungai So'do Kali Mamuju, dan instalasi jaringan air PDAM Mamuju di Desa Pattidi juga rusak parah.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
"Kami sudah berusaha memperbaiki jaringan PDAM, semoga berhasil agar masyarakat kembali mendapatkan pelayanan air bersih," katanya.
Ia meminta, masyarakat korban gempa Mamuju dapat bersabar karena kerusakan jaringan PDAM sementara diperbaiki.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Sementara warga berharap instalasi air PDAM Mamuju dapat segera diperbaiki agar masyarakat tidak kesulitan air dan daerah ini pasokan airnya dapat kembali normal.
"Air kebutuhan mendasar warga, semoga perbaikan instalasinya dapat segera selesai agar masyarakat dapat terbantu dan kembali beraktivitas setelah bencana gempa terjadi," katanya.(red)
Editor : Eko Yudiono