Wakil Gubernur Jatim Terima Dubes Jerman Di Grahad

Jajaki Potensi Kerjasama Teknologi Infrastruktur Hijau Jatim-Jerman


Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ms. Ina Lepel diGedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (21/9)

MERAH PUTIH I SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ms. Ina Lepel diGedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (21/9) siang.

Mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak panggilan akrab Wagub Jatim itu membahas berbagai potensi potensi kerjasama yang bisa dibangunantara Indonesia, khususnya Jatim, dengan Jerman bersama Dubes Ina Lepel. Wagub Emil menyampaikan, salah satu potensi yang tengah dijajaki antara Jatimdan Jerman adalah pengembangan teknologi infrastruktur hijau (Green Infrastructure).

"Hari ini kami mendiskusikan banyak hal, diantaranya ekonomi antara Jatim dengan Jerman. Utamanya inisiatif tentang pengembangan Green Infrastructure di Jawa Timur," tutur Wagub Emil.

Disebutkan, terdapat dua sektor yang diharapkan bisa menerapkan teknologi Green Infrastructure, yaitu penanganan banjir di kawasan Kalilamong dan Bengawan Solo hingga studi mobilitas di kawasan Surabaya Raya.

"Bersama Ibu Dubes Jerman Ina Lepel, yang mana sudah siap dilaksanakan dan akan membantu merancang skema master plan mobilitas atau transportasi di Surabaya Raya," jelasnya.

Harapannya, dalam projek tersebut, Gubernur Khofifah bisa menjadi supervisor komite untuk mengawal studi ini. Wagub Emil juga optimis bahwa projek ini bisa tentu sejalan dengan Perpres 80 tahun 2019 dimana pengembangan transportasi Gerbang Kertasusila menjadi salah satu poros pertumbuhan yang harus dijaga.

Jerman dan Jatim sendiri disebut Wagub Emil telah memiliki kerjasama di sektor perdagangan yang cukup aktif. Jatim banyak mendatangkan komoditi mesin dan teknologi dari Jerman, sebaliknya kita banyak mengekspor makanan olahan, kimia organik hingga furniture.

Untuk itu Wagub Emil optimis bahwa pertemuan awal ini bisa memberikan angin segar dalam kerjasama Jatim dan Jerman di masa depan.

"Kami yakin ini bisa menjadi awal komunikasi yang bisa lebih masif ke depannya," ungkapnya.

Dirinya juga berharap, pertemuan ini bisa menjadi awal investasi besar-besaran di wilayah Surabaya Raya. Walaupun proyek tersebut tidak akan selesai dalam waktu dekat, tetapi tujuan utamanya adalah membangun suatu sistem transportasi di Kawasan Surabaya Raya yang lebih bagus.

"Tahapannya nanti bisa menyediakan Double Track untuk transportasi kereta di Surabaya Raya. Jadi setiap 15 menit akan ada kereta yang lewat. Sehingga bisa lebih nyamam bagi penduduk," tuturnya.

"Jadi Urban Mobility Plan yang dikembangkan ini bisa mengikat semuanya, Bus Trans Jatim bahkan juga Ojek Online,"pungkasnya.

Senada dengan Wagub Emil Dardak, Dubes Jerman untuk Indonesia Ina Lepel menyatakan kesiapan dan antusiasnya dalam membangun kerjasama Jatim dan Jerman, utamanya di sektor pengembangan Green Infrastructure.

Menurutnya, projek senilai 2,5 miliar Euro untuk seluruh wilayah Indonesia, akan sangat potensial khususnya bagi Jatim. Infrastruktur hijau yang berpotensi dikembangkan diantaranya adalah investasi di sektor manajemen air limbah hingga transportasi publik.

"Kerjasama Jerman dengan Indonesia sudah lama. Kami juga beruntung memiliki pengaman yang sangat baik dengan Jatim. Ini program yang konkrit dan sangat mungkin dilakukan," kata Ina Lepel

Jatim disebutnya menjadi salah satu provinsi Pilot Project yang kaya akan potensi. Setelah proyek ini berjalan bahkan dirinya menyatakan akan terus mempertahankan kerjasama dengan Jawa Timur dan wilayah lain.

"Tujuan besarnya adalah penyelamatan lingkungan yang juga memudahkan kehidupan masyarakat,"pungkasnya. (red)