TPP Khofifah-Emil Kawal Pemilu Bersih, Fokus Cegah Politik Uang dan Kampanye Damai
MERAHPUTIH I SURABAYA - Tim Pemenangan Provinsi (TPP) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di bidang hukum menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kualitas Pemilu 2024. Dengan prinsip pemilu yang bersih, jujur, dan adil (luber dan jurdil), tim ini memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran, khususnya praktik politik uang yang merusak integritas demokrasi.
Koordinator TPP Bidang Hukum, Edward Dewaruci, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat indikasi kecurangan. Dalam beberapa hari terakhir, laporan masyarakat tentang dugaan pembagian sembako secara ilegal di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai muncul. Menurut Teted (sapaan akrap Edward Dewaruci), timnya telah bergerak ke lapangan untuk memastikan pemilu berlangsung tanpa pelanggaran.
“Kami memprioritaskan pemantauan titik-titik rawan di setiap kabupaten/kota dengan bekerja sama bersama Tim Pemenangan Daerah (TPD). Jika ditemukan pelanggaran, kami akan langsung melaporkannya ke Bawaslu,” tegas Teted pada Rabu (20/11/2024).
Selain pengawasan, TPP juga berupaya mengedukasi masyarakat untuk menolak politik uang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga agar tidak tergiur iming-iming materi yang berpotensi mencederai demokrasi.
Ketua TPP Khofifah-Emil, Boedi Prijo, turut menyoroti persoalan lain seperti pengerusakan alat peraga kampanye pasangan ini. Meski demikian, Boedi tetap menekankan pentingnya kampanye yang damai dan positif.
“Dalam beberapa hari terakhir, kami menerima laporan pengerusakan alat peraga kampanye di sejumlah lokasi. Namun, kami memilih fokus pada edukasi kampanye damai dan tetap menjaga semangat luber jurdil,” kata Boedi. Ia juga mendorong masyarakat untuk melaporkan pelanggaran melalui saluran resmi yang tersedia di TPD maupun Bawaslu setempat.
Melalui pendekatan ini, TPP Khofifah-Emil berharap Pemilu 2024 menjadi momentum demokrasi yang bersih dan bermartabat. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan menggunakan hak pilih pada 27 November 2024.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah demokrasi. Pemilu bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga menjaga kehormatan bangsa,” pungkas Boedi. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih