DPP PPP Sampaikan Empat Titipan untuk Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2024
MERAHPUTIH I SURABAYA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyampaikan empat poin penting yang diharapkan menjadi prioritas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, jika mereka terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketua DPP PPP Aunur Rifiq menegaskan bahwa poin-poin ini menjadi perhatian partai untuk mempercepat pembangunan di Jawa Timur. “Jika Ibu Khofifah dan Mas Emil kembali terpilih, PPP menitipkan empat agenda strategis untuk masa depan Jawa Timur,” ujarnya pada Rabu (19/11).
1. Pendidikan sebagai Kunci Pemotongan Kemiskinan
Pembangunan pendidikan menjadi perhatian utama. Rata-rata lama pendidikan masyarakat Jawa Timur masih berada di angka 8,11 tahun pada 2023, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 8,77 tahun.
“Targetnya adalah mendorong agar rata-rata lama pendidikan di Jawa Timur bisa melampaui 10 tahun. Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” jelas Aunur.
2. Peningkatan Pendapatan Per Kapita
Pendapatan per kapita Jawa Timur saat ini tercatat sebesar Rp71,12 juta per tahun, di bawah rata-rata nasional sebesar Rp75 juta per tahun. Untuk mengejar ketertinggalan ini, Aunur menyarankan peningkatan infrastruktur ekonomi dan pemberdayaan generasi muda melalui kewirausahaan.
“Langkah ini akan membuka peluang ekonomi baru yang signifikan,” tambahnya.
3. Pengentasan Kemiskinan
Jawa Timur berada di peringkat ketiga provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa, yaitu 10,35 persen, setelah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 9,36 persen.
“Pendidikan yang lebih baik dan lapangan kerja yang lebih luas harus menjadi prioritas untuk menurunkan angka kemiskinan,” tegas Aunur.
4. Penguatan Sektor Pangan
Meski produktivitas padi Jawa Timur mencapai 5,72 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare—lebih tinggi dari rata-rata nasional—Aunur menekankan pentingnya meningkatkan keberlanjutan di sektor pangan.
“Jawa Timur surplus beras hingga 524.000 ton pada 2023. Namun, untuk mendukung ketahanan pangan, penggunaan pupuk hayati seperti asam humat perlu digalakkan agar tanah tetap subur,” katanya, seraya mencontohkan keberhasilan penerapan pupuk hayati di Cikampek.
Aunur berharap, pasangan Khofifah-Emil dapat merealisasikan program-program ini jika terpilih kembali memimpin Jawa Timur. “Empat poin ini adalah prioritas untuk masa depan provinsi yang lebih baik,” pungkasnya. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih