Gubernur Khofifah dan OJK Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Jatim di Tengah Tantangan Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Komisioner OJK periode 2022–2027 di Kantor OJK Jatim, Senin (5/5/2025)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Komisioner OJK periode 2022–2027 di Kantor OJK Jatim, Senin (5/5/2025)

MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat daya tahan ekonomi Jawa Timur. Hal itu disampaikan dalam acara Sharing Session Pengembangan Ekonomi Jawa Timur yang digelar di Kantor OJK Jatim, Senin (5/5/2025), bersama jajaran Komisioner OJK periode 2022–2027.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta enam anggota komisioner lainnya hadir dalam diskusi yang turut diikuti Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari dan sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah situasi ekonomi nasional yang melambat. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2025 hanya 4,87 persen—untuk pertama kalinya dalam delapan kuartal terakhir berada di bawah 5 persen.

Dalam paparannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur tetap menunjukkan daya tahan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, disertai penurunan tingkat pengangguran terbuka. Menurut dia, hal ini tidak lepas dari upaya kolaboratif lintas sektor yang dilakukan Pemprov Jatim, termasuk dalam mendorong ekspansi perdagangan antarwilayah melalui Misi Dagang.

“Misi Dagang bukan semata aktivitas jual-beli, tapi juga membangun konektivitas sosial dan ekonomi lintas wilayah, bahkan lintas budaya,” kata Khofifah.

Khofifah menyebutkan bahwa sepanjang 2019–2024, Misi Dagang Jatim telah membukukan nilai transaksi sebesar Rp10,59 triliun dari 1.688 transaksi. Upaya ini bahkan telah menjangkau mitra strategis luar negeri seperti Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi dan Timor Leste.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov Jatim akan meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk petani tebu pada Selasa (6/5/2025), sebagai bagian dari kebijakan yang berpihak pada sektor hulu pertanian.

“Sinergi ini penting untuk memastikan penguatan dari sisi produksi hingga akses pembiayaan yang inklusif,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam kesempatan yang sama menegaskan kesiapan lembaganya untuk memperkuat ekosistem pembiayaan yang mendukung UMKM dan kegiatan ekonomi daerah. Menurut dia, OJK tengah menyusun regulasi baru untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas, termasuk melalui skema channeling perbankan yang disinergikan dengan asosiasi pelaku usaha.

“OJK tidak berjalan sendiri. Ini bagian dari ekosistem pendukung pembangunan nasional dan daerah,” ujar Mahendra.

Mahendra juga menekankan bahwa OJK akan mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk inisiatif makan bergizi gratis dan penguatan koperasi berbasis nasionalisme melalui program Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, ekspor Jawa Timur ke Amerika Serikat hingga Februari 2025 tercatat meningkat menjadi USD 2,09 miliar, dengan komoditas utama berasal dari sektor industri pengolahan. Gubernur Khofifah menyebut capaian ini sebagai indikator bahwa Jawa Timur masih mampu menjaga daya saing ekspornya di tengah potensi ketidakpastian ekonomi global.(red)

Editor : Redaksi