Gubernur Khofifah Kunjungi Lokasi Pengungsian Korban Longsor di Trenggalek

Gubernur Khofifah saat mengunjungi lokasi pengungsian korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/5/2025) malam
Gubernur Khofifah saat mengunjungi lokasi pengungsian korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/5/2025) malam

MERAHPUTIH I TRENGGALEK — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi pengungsian korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/5/2025) mala. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana serta memastikan proses evakuasi dan pemulihan berjalan sesuai harapan.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah berdialog langsung dengan para pengungsi yang terdampak bencana. Ia juga menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, sarung, dan selimut.

“Kami ingin memastikan para penyintas dalam kondisi baik, dan segala kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujarnya.

Tanah longsor yang terjadi pada Senin sore (19/5/2025) mengakibatkan sedikitnya 12 rumah terdampak dan 5 rumah lainnya tertimbun. Lima rumah yang tertimbun berada di RT 15 dan RT 16 RW 07 Dusun Kebonagung. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

“Tadi saya mendapat penjelasan bahwa ada enam warga yang masih dalam proses pencarian karena terkonfirmasi tertimbun,” kata Khofifah saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencarian telah melibatkan anjing pelacak yang dikenal efektif dalam mengidentifikasi keberadaan korban dalam reruntuhan material bencana.

“Insya Allah, anjing pelacak juga akan kembali diturunkan. Kita semua berharap proses penanganan ini dapat berjalan dengan lancar dan maksimal,” ujarnya.

Khofifah menyampaikan, keterlambatannya datang ke lokasi karena pada hari sebelumnya masih menjalani tugas sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan beberapa kegiatan lainya yang tidak bisa ditinggalkan. Namun demikian, ia memastikan telah mengoordinasikan penanganan bersama sejumlah kepala dinas terkait.

“Saya hadir bersama Kepala Dinas Cipta Karya, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial. Kami ingin mencarikan solusi yang efektif dari kondisi yang terjadi di Dusun Kebonagung ini,” tuturnya.

Terkait rencana relokasi, Khofifah mengatakan bahwa Pemprov Jawa Timur siap membangun hunian bagi warga terdampak dalam waktu yang cepat. Namun, identifikasi lahan yang aman harus terlebih dahulu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Kalau untuk pembangunan rumah, Insya Allah bisa kami lakukan dalam waktu cepat. Tapi untuk lahannya, kami minta tolong Pemkab melakukan identifikasi titik yang aman, agar tidak berada di zona rawan longsor,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah menurunkan tim sejak hari pertama kejadian. Bersama tim gabungan dari BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan, proses pembersihan material longsor yang menutup akses jalan mulai dilakukan sejak Selasa pagi.

Di sisi lain, Dinas Sosial Jawa Timur melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga bergerak cepat. Sejak Rabu pagi, mereka telah membuka dapur umum yang mampu menyediakan hingga 6.000 bungkus makanan per hari, baik bagi para penyintas maupun petugas evakuasi. Dapur umum yang didirikan Dinas Sosial Jatim itu melibatkan sedikitnya 30 personel.

Upaya penanganan terus dikoordinasikan secara intensif. Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk berada di sisi masyarakat terdampak dan menjamin pemulihan berjalan menyeluruh, mulai dari aspek kemanusiaan, infrastruktur, hingga relokasi warga. (DPR) 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi