Waspadai ISPA Selama Ibadah Haji, Kasus Capai Ribuan Orang

Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang bisa mencapai 42 hingga 46 derajat Celsius serta disertai dengan udara berdebu, disebut menjadi salah satu faktor utama pemicu meningkatnya kasus ISPA
Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang bisa mencapai 42 hingga 46 derajat Celsius serta disertai dengan udara berdebu, disebut menjadi salah satu faktor utama pemicu meningkatnya kasus ISPA

MERAHPUTIH I MEKKAH — Jemaah haji asal Indonesia diimbau mewaspadai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjadi salah satu gangguan kesehatan paling banyak dialami selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Kementerian Kesehatan mencatat, hingga 19 Mei 2025, terdapat 7.957 kasus ISPA yang ditangani di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah.

Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang bisa mencapai 42 hingga 46 derajat Celsius serta disertai dengan udara berdebu, disebut menjadi salah satu faktor utama pemicu meningkatnya kasus ISPA. Selain itu, faktor kelelahan fisik yang menurunkan daya tahan tubuh serta aktivitas ibadah yang dilakukan secara berjamaah dan berkerumun turut mempermudah penyebaran penyakit pernapasan tersebut.

Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, menegaskan bahwa kombinasi antara cuaca panas dan kondisi berdebu telah meningkatkan risiko penularan ISPA secara signifikan di kalangan jemaah. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah untuk tidak ragu memeriksakan diri ke pos kesehatan atau dokter kloter jika mengalami gejala ISPA.

“Situasi ini (panas dan berdebu) menjadi faktor risiko utama penularan penyakit ISPA. Bila ada keluhan dan masalah kesehatan, segera hubungi petugas kesehatan di kloter dan periksakan diri di pos kesehatan yang tersedia,” kata Imran.

Gejala ISPA yang umum dialami meliputi batuk, sakit tenggorokan, sesak napas atau kesulitan bernapas, hidung tersumbat atau pilek, serta suara serak hingga kehilangan suara. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah haji.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk:

-Menghindari aktivitas di luar ruangan saat matahari terik, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi.
-Menggunakan masker saat berada di luar ruangan atau tempat ramai.
-Mengonsumsi air putih secara berkala, minimal 200 ml per jam atau 2 liter per hari.
-Beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik berlebihan.
-Segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan haji jika mengalami gejala ISPA.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kasus ISPA di kalangan jemaah dan menjaga kondisi kesehatan mereka selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kemenkes RI melalui tim kesehatan haji telah menyiapkan berbagai upaya antisipatif, termasuk penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses, edukasi kesehatan kepada jemaah, serta kesiagaan petugas kesehatan di setiap kloter. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama berhaji terus disampaikan sejak dari embarkasi hingga tiba di Arab Saudi. (RED)

Dengan tingginya intensitas kegiatan ibadah serta tantangan cuaca ekstrem, jemaah diharapkan tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan sekecil apa pun. Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker dan asupan cairan, menjadi kunci penting dalam pencegahan penyebaran ISPA.

Pemerintah pun mengingatkan bahwa menjaga kesehatan selama ibadah haji merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang tak terpisahkan dari keberhasilan menjalankan rukun Islam kelima ini secara khusyuk dan lancar.(RED)

Editor : Redaksi