Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia
MERAHPUTIH I JAKARTA — Upaya meningkatkan kenyamanan jamaah haji Indonesia kembali memasuki babak baru. Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas layanan Makkah Route atau Fast Track dengan menambahkan Embarkasi Makassar sebagai titik layanan terbaru, khususnya untuk memfasilitasi jamaah asal kawasan Indonesia timur yang selama ini menempuh proses panjang setibanya di Tanah Suci.
Kabar tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa. Menurutnya, inisiatif itu merupakan bagian dari keseriusan Riyadh dalam memperkuat layanan haji berbasis kecepatan, efisiensi, dan keamanan.
“Pemerintah Arab Saudi merencanakan perluasan layanan jamaah Makkah Route dengan menambahkan embarkasi Makassar sebagai lokasi baru,” ujar Irfan Yusuf.
Program Makkah Route memberikan kemudahan luar biasa bagi jamaah. Di bawah mekanisme ini, seluruh proses imigrasi Arab Saudi, mulai dari verifikasi dokumen, biometrik, hingga pencetakan stempel masuk diselesaikan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Artinya, ketika mendarat di Arab Saudi, jamaah tidak lagi harus antre panjang di ruang imigrasi.
“Dengan mekanisme ini, jamaah bisa langsung naik bus menuju pemondokan tanpa hambatan di pintu kedatangan,” beber Irfan.
Selama penyelenggaraan haji 2025, layanan tersebut telah diterapkan di tiga embarkasi: Jakarta, Surabaya, dan Solo. Evaluasi internal menunjukkan layanan itu mampu memangkas waktu tunggu dan memperlancar arus kedatangan jamaah ke Makkah maupun Madinah secara signifikan.
Perkembangan positif ini lahir tidak lama setelah Indonesia dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Konferensi dan Pameran Haji ke-5 di Jeddah, forum yang sekaligus menandai dimulainya persiapan resmi pelaksanaan ibadah haji tahun depan.
Di forum tersebut, kedua negara membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan standar kesehatan jamaah (istitha’ah), pemenuhan aturan dam, hingga evaluasi teknis layanan.
“Kami berdiskusi banyak tentang persiapan haji, lebih menekankan istitha'ah kesehatan, dam, dan menutupnya dengan kesepakatan kuota sebesar 221.000 jamaah untuk Indonesia tahun depan,” ungkap Irfan Yusuf.
Baik pemerintah Indonesia maupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan kembali komitmen untuk terus menyinergikan layanan, mulai dari aspek teknis keberangkatan, kelayakan kesehatan jamaah, hingga manajemen layanan di Tanah Suci. Perluasan Makkah Route ke Makassar menjadi salah satu simbol kuat dari kerja sama tersebut.
Dengan basis jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia diharapkan dapat semakin merasakan efisiensi layanan dan peningkatan kualitas pengalaman ibadah melalui program-program modern yang digagas Arab Saudi.
Perluasan layanan ini juga memberi harapan baru bagi para calon jamaah dari kawasan Indonesia timur yang selama ini menghadapi tantangan waktu perjalanan lebih panjang. Jika rencana ini berjalan mulus, keberangkatan haji dari Makassar ke Tanah Suci akan menjadi lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih terintegrasi. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih