"Erick Thohir Warning Suporter! Jangan Cederai Harga Diri Bangsa Saat Hadapi China di GBK!"

Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Ketua Umum PSSI Erick Thohir

MERAHPUTIH I JAKARTA— Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengeluarkan peringatan tegas menjelang laga hidup-mati Timnas Indonesia melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (6/6/2025). Dalam seruan bernada keras, Erick meminta seluruh suporter dan warganet untuk menanggalkan sikap diskriminatif, demi menjaga martabat Indonesia di panggung sepak bola internasional.

“Harus kita tunjukkan bahwa kita bukan bangsa yang suka diskriminasi,” ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/6/2025). Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Indonesia sempat diganjar denda sekitar Rp400 juta oleh FIFA akibat tindakan rasisme dan xenophobia saat laga melawan Bahrain.

Erick menegaskan, insiden serupa tak boleh terulang. Apalagi, laga kali ini akan disaksikan langsung oleh sekitar 3.000 suporter China dan juga pejabat dari Pemerintah China.

“Kita sudah kena tegur FIFA. Jangan sampai muka bangsa kita tercoreng karena ulah segelintir oknum. Ini bukan hanya soal bola, ini soal harga diri,” katanya.

Erick juga mengingatkan bahwa sportivitas adalah salah satu kekuatan utama suporter Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana atmosfer positif hadir saat Timnas menjamu Arab Saudi, Jepang, dan Australia.

“Suporter kita saat itu membuka tangan dengan sikap yang luar biasa. Itu diapresiasi dunia. Nah, sekarang kita harus buktikan lagi. Jangan malah mundur,” tambahnya.

Peringatan ini juga berlaku bagi masyarakat di dunia maya. Erick meminta warganet menjaga etika dan tak terpancing sentimen negatif yang bisa berdampak pada citra Indonesia di mata internasional.

“Netizen juga bagian dari wajah bangsa. Jangan justru menjadi penyulut konflik yang mempermalukan kita sendiri,” ujar Menteri BUMN itu.

Laga Indonesia kontra China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C akan digelar Kamis malam pukul 20.45 WIB. Indonesia saat ini unggul di posisi klasemen dengan 9 poin, sementara China berada di peringkat keenam dengan 6 poin.

Dengan posisi yang lebih kuat, Indonesia punya peluang besar untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun, Erick mengingatkan, kemenangan bukan hanya soal skor.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita bisa menang tanpa mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Mari kita buktikan Indonesia adalah tuan rumah yang bermartabat,” tutupnya. (red)


 

Editor : Redaksi