Jatim Perkuat Peran sebagai Lumbung Jagung Nasional

Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat mengikuti panen raya jagung serentak kuartal kedua di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Kamis (6/6).
Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat mengikuti panen raya jagung serentak kuartal kedua di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Kamis (6/6).

MERAHPUTIH I NGAWI — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai produsen jagung terbesar nasional. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat mengikuti panen raya jagung serentak kuartal kedua di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Kamis (6/6).

Panen dilakukan secara hybrid dan terintegrasi di 38 provinsi di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan ini secara daring dari Desa Bange, Bengkayang, Kalimantan Barat.

“Seluruh kekuatan pertanian di Jatim telah menunjukkan komitmen luar biasa. Kami terus menjaga dan meningkatkan peran strategis Jatim dalam menopang ketahanan pangan nasional,” ujar Emil Dardak.

Dalam kesempatan itu, Emil mengungkapkan bahwa pada 2025 mendatang, Jatim menargetkan perluasan areal tanam jagung hingga 1,32 juta hektare, meningkat dari capaian tahun 2024 yang seluas 1,25 juta hektare.

Data Badan Pusat Statistik mencatat, pada 2024, luas panen jagung di Jatim mencapai 735.054 hektare dengan total produksi sebesar 4,79 juta ton jagung kering pipil. Jumlah ini menyumbang 29,56 persen terhadap produksi jagung nasional, menjadikan Jawa Timur sebagai sentra utama produksi jagung di Indonesia.

Emil menambahkan, kontribusi Jawa Timur dalam ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada jagung. Produksi padi di provinsi ini juga menempati posisi penting secara nasional. Pada 2024, luas panen padi mencapai 1,61 juta hektare dengan produktivitas rata-rata 5,73 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Total produksi GKG mencapai 9,27 juta ton atau setara dengan 5,35 juta ton beras. Dengan capaian ini, Jawa Timur menyumbang 17,44 persen terhadap total produksi beras nasional.

“Produksi padi dan jagung di Jawa Timur sangat signifikan dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa tren positif ini terus berlanjut,” ujarnya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto yang turut hadir dalam kegiatan ini menambahkan bahwa panen raya jagung merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digagas Kepolisian RI.

Sebagai bagian dari program tersebut, Polda Jatim bersama 39 polres di wilayahnya mengelola lahan jagung seluas 18.956 hektare yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Sebanyak 16.170 hektare di antaranya merupakan lahan aktif yang berada di bawah pembinaan langsung Polri.

“Panen raya di Desa Sumberbening kali ini tergolong melimpah. Di kuartal pertama 2025 lalu, kerja sama kami dengan Gapoktan Wonolestari di Kabupaten Madiun menghasilkan panen sebesar 174 ton dari lahan Perhutani seluas 28 hektare. Panen berikutnya diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni ini,” kata Nanang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas petani, dalam kesempatan tersebut, Emil Dardak dan Kapolda Jatim juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa empat unit traktor roda empat kepada kelompok tani setempat. (red)


 

Editor : Redaksi