Surabaya Resmikan RPHU Modern, Cak Eri Pastikan Pasar Lebih Bersih dan Produk Unggas Terjamin Halal

MERAHPUTIH I SURABAYA – Kota Surabaya kini memiliki Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) modern pertama yang dikelola oleh PT Rumah Potong Hewan (RPH) Perseroda. Fasilitas yang berdiri di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Kamis (21/8).

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa kehadiran RPHU Jeruk bukan sekadar menambah fasilitas pemotongan unggas, melainkan juga menjawab kebutuhan akan produk unggas yang higienis, bersih, dan halal.

“Setelah peresmian ini, kami akan mengurus sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sekaligus sertifikat halal. Dua hal ini penting, agar produk dari RPHU bisa memenuhi standar nasional, bahkan menjadi pintu ekspor unggas dari Surabaya,” kata Eri.

RPHU Jeruk dilengkapi peralatan pemotongan unggas berteknologi modern yang dinilai lebih cepat dan higienis dibandingkan pemotongan manual di pasar. Hal itu juga diakui oleh perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang hadir dalam peresmian tersebut.

“Ternyata alatnya sudah sangat modern, dan sesuai standar. Proses pemotongannya benar, sehingga hasilnya lebih sempurna,” ujar Eri.

Selain Eri, acara peresmian juga dihadiri Anggota DPD RI Lia Istifhama, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochammad Machmud, serta pejabat dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Eri menegaskan, dengan beroperasinya RPHU Jeruk, aktivitas pemotongan unggas di dalam pasar tradisional akan dihentikan. Kebijakan itu diambil demi menjaga kebersihan pasar sekaligus mengurangi pencemaran akibat limbah unggas.

“Nanti kami akan sosialisasikan kepada pedagang. Pemotongan di pasar tidak diperbolehkan lagi, karena harus ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan kepastian halal. Semua itu sudah tersedia di RPHU ini,” jelas Eri.

Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan rencana memperluas pembangunan RPHU di wilayah lain. “Kalau tiap wilayah punya RPHU seperti ini, makin bagus. Pasar bisa lebih bersih, masyarakat lebih tenang konsumsi daging ayam,” tambahnya.

Direktur Utama PT RPH Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, mengungkapkan bahwa RPHU Jeruk ini menjadi fasilitas khusus unggas pertama di Surabaya yang berstandar NKV dan halal. Kapasitasnya mencapai 5.000 ekor unggas per hari.

“Biaya pemotongannya murah, hanya Rp1.000 per kilogram. Sistem timbangnya juga transparan, sesuai mekanisme pasar. Ke depan, kami akan kembangkan produk ayam boneless dan parting,” kata Fajar.

Tak berhenti di situ, PT RPH Perseroda juga berencana menambah fasilitas cold storage untuk menjaga ketersediaan daging ayam segar. Langkah ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga ayam yang kerap melonjak di pasar tradisional.

“Dengan adanya RPHU, selain jasa potong, kami juga bisa membantu menstabilkan harga ayam. Ini penting karena konsumsi ayam di Surabaya sangat tinggi,” tambah Fajar.

Peresmian RPHU Jeruk menjadi langkah nyata Surabaya dalam meningkatkan kualitas pangan sekaligus menata kebersihan pasar tradisional. Selain memberi kepastian halal, keberadaan RPHU juga diyakini mampu mendukung ketahanan pangan dan kestabilan harga ayam di Kota Pahlawan. (red)

Editor : Redaksi