Jatim Super Exhibition Fair 2025: Lentera Ekonomi Rakyat Menyala dari Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA – Jawa Timur kembali menyalakan obor semangat kebangkitan ekonomi kerakyatan lewat ajang bergengsi Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III 2025. Pameran megah yang dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-80 Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menjadi bukti nyata bahwa geliat ekonomi rakyat tak pernah padam.
Digelar di Exhibition Show, Lantai G Fairway Ninemall Surabaya, sejak 31 Oktober hingga 2 November 2025, JSEF bukan sekadar ajang transaksi dagang. Ia telah menjelma menjadi arena kolaborasi, ruang kreativitas, dan laboratorium inovasi bagi pelaku UKM dan UMKM Jawa Timur untuk menunjukkan taringnya di panggung nasional.

Dengan mengusung tema “The Biggest Show of Etalase Premium Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” gelaran ini menegaskan ambisi besar Jawa Timur untuk menjadi poros ekonomi lokal menuju global.
“Konsep besar JSEF bukan sekadar pameran. Ini adalah gerakan transformasi, bagaimana UKM Jatim naik kelas, tampil percaya diri, dan mampu menembus pasar premium,” ujar Heru Satriyo, Koordinator MAKI Koorwil Jawa Timur, penuh keyakinan.
Yang membuat JSEF tahun ini berbeda adalah terobosannya dalam bentuk konsep subsidi silang. Melalui kolaborasi antara MAKI Jawa Timur, OPD Pemprov Jatim, serta pemerintah kabupaten/kota, pelaku UMKM binaan daerah dapat ikut berpartisipasi tanpa dipungut biaya sepeser pun. Mereka memperoleh fasilitas yang sama dengan peserta berbayar, mulai dari stan, promosi, hingga pendampingan.
Heru menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak berhenti pada sisi pembiayaan. Ada proses kurasi, pembinaan, hingga pelatihan branding dan kemasan agar produk-produk lokal tampil elegan dan berdaya saing tinggi.
“Kami ingin memastikan UKM Jatim tidak hanya hadir, tapi benar-benar bersaing di etalase nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Sebanyak 85 tenan turut meramaikan pameran ini, 15 di antaranya berada di area terbuka. Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari kuliner tradisional khas daerah, kerajinan tangan bernuansa etnik, fesyen kontemporer, hingga produk teknologi berbasis kearifan lokal.
Seluruhnya dikurasi dan dikemas apik oleh EO Kalinda Sukses Bersama selaku pelaksana kegiatan.
Namun JSEF tak berhenti pada transaksi ekonomi semata. Panggung rakyat ini juga menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat luas. Sepanjang pameran, pengunjung bisa menikmati beragam lomba kreatif seperti Painting Competition, Fashion Competition, Vlog Competition, Dance & Senam Competition, hingga Fun Run.
“Kami ingin masyarakat merasa menjadi bagian dari semangat Jatim Bangkit. Hadiah memang ada, tapi yang utama adalah kebanggaan ikut menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Heru.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, JSEF 2025 juga menghadirkan Deklarasi Anti-Bullying yang akan digelar pada Sabtu, 1 November 2025. Acara ini diperkirakan diikuti lebih dari 10.000 peserta, mayoritas berasal dari kalangan pelajar dan guru. Momen ini diharapkan menjadi gerakan moral bersama melawan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pada kesempatan tang sama, Lenna Sumampow, Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk (Fairway Nine Mall), menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan penyelenggara memilih Fairway Nine Mall sebagai tuan rumah.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari perhelatan besar ini. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Lenna.
JSEF Volume III 2025 bukan sekadar pesta dagang. Ia adalah simbol gerakan ekonomi rakyat Jawa Timur, yang membangun dari bawah, dengan semangat gotong royong, dan berani menatap pasar global.
Dari Surabaya, lentera ekonomi kerakyatan kembali menyala, membawa pesan kuat bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan selalu berpijak pada tangan-tangan kreatif rakyatnya sendiri.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih