Puasa Kemenangan, Persebaya Siapkan “Reset Total” Saat Jeda Kompetisi

Francisco Rivera saat mencoba mengalirkan bola ke lini serang. (Persebaya)
Francisco Rivera saat mencoba mengalirkan bola ke lini serang. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Jeda kompetisi Super League tak ingin disia-siakan Persebaya Surabaya. Di tengah tren hasil imbang yang tak kunjung putus, manajemen dan tim pelatih Bajul Ijo memilih mengambil langkah tegas: melakukan evaluasi menyeluruh demi mengakhiri puasa kemenangan.

Caretaker pelatih Persebaya, Uston Nawawi, menegaskan bahwa periode jeda ini akan dimanfaatkan sebagai momentum membenahi banyak aspek permainan. Meski belum terkalahkan dalam empat laga terakhir, ia mengakui performa tim masih jauh dari kata ideal.

“Tentunya kita evaluasi. Memang kita belum kalah, tapi kita juga belum menang. Itu yang jadi catatan besar,” ujar Uston.

Menurutnya, stagnasi di papan tengah klasemen menjadi sinyal bahwa Persebaya harus melakukan “reset” secara taktis maupun mental. Evaluasi dilakukan bersama seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga jajaran staf pendukung.

Langkah ini menjadi krusial mengingat laga berat telah menanti setelah kompetisi kembali bergulir. Persebaya dijadwalkan menjamu Borneo FC pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian kebangkitan di hadapan Bonek dan Bonita.

Uston tidak menutupi ambisinya untuk mengakhiri rentetan hasil imbang tersebut. Mantan pilar Timnas Indonesia itu menegaskan target mutlak tiga poin.

“Di sisa waktu ini kita akan evaluasi semuanya. Kita bertekad untuk kembali mendapatkan tiga poin,” tegasnya.

Evaluasi tim akan dimulai setelah libur singkat yang diberikan kepada para pemain. Sebelumnya, Persebaya baru saja menyelesaikan laga tandang melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare. Hasilnya kembali imbang 1-1, memperpanjang tren seri yang membuat langkah Bajul Ijo tersendat.

Saat ini, Persebaya masih tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara Super League dengan koleksi 18 poin. Catatan itu didapat dari 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Posisi tersebut jelas belum mencerminkan ekspektasi tinggi publik Surabaya terhadap tim kebanggaan mereka.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam empat pertandingan terakhir, Persebaya selalu bermain imbang dengan skor identik 1-1. Dimulai saat menahan Persik Kediri, lalu Arema FC dalam laga sarat gengsi Derby Jawa Timur, dilanjutkan menghadapi Bhayangkara FC, hingga terakhir melawan PSM Makassar.

Rentetan hasil tersebut menegaskan bahwa Persebaya kerap gagal memaksimalkan peluang untuk mengunci kemenangan, meski mampu bersaing dan mengimbangi lawan-lawannya.

Kemenangan terakhir yang dirasakan Persebaya terjadi lebih dari satu bulan lalu, tepatnya saat menundukkan Persis Solo di Stadion GBT pada 3 November 2025. Sejak saat itu, tiga poin seolah menjauh dari genggaman Green Force.

Kini, jeda kompetisi menjadi harapan baru bagi kebangkitan Persebaya. Bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga soal mengembalikan mental bertarung yang dikenal sebagai ciri khas Bajul Ijo.

Laga melawan Borneo FC nanti bukan sekadar pertandingan biasa. Di mata publik Surabaya, duel tersebut adalah ujian harga diri sekaligus momentum untuk membuktikan bahwa Persebaya masih layak bersaing di papan atas.

Dengan evaluasi total yang sedang dipersiapkan, Uston dan pasukannya berharap jeda ini benar-benar menjadi titik balik, dari sekadar tim yang “sulit dikalahkan” menjadi tim yang kembali menebar ancaman di jalur kemenangan.(sub)

Editor : Redaksi