PERSIB Balas Dendam dengan Gagah: Tundukkan Borneo FC 3-1 dalam Laga Tunda Super League
MERAHPUTIH I BANDUNG — Di bawah gemuruh puluhan ribu bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, PERSIB kembali menunjukkan bahwa ambisi besar mereka musim ini bukan sekadar slogan. Dalam laga tunda pekan kelima Super League 2025/26, Jumat (5/12), Maung Bandung sukses membungkam pemuncak klasemen Borneo FC dengan kemenangan meyakinkan 3-1—hasil yang bukan hanya mendongkrak moral, tetapi juga memangkas selisih poin dalam perburuan gelar.
Pertandingan sempat berlangsung menegangkan ketika Borneo FC mencuri gol lebih dulu melalui Joel Vinicius pada menit ke-18. Namun PERSIB, yang tampil penuh determinasi di hadapan publik sendiri, merespons dengan karakter dan kedisiplinan. Ramon “Tanque” De Andrade Souza menjadi pembuka kebangkitan lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-40 yang menutup babak pertama dengan angka imbang 1-1.
Gol Souza seakan menjadi pemantik tenaga Maung Bandung. Begitu babak kedua dimulai, intensitas PERSIB meningkat drastis. Federico Barba, yang juga tampil impresif di lini belakang, menjebol gawang Borneo FC dengan sepakan voli keras pada menit ke-50. Gol itu tak hanya mengubah skor, tetapi juga mengubah atmosfer: publik stadion seakan merayakannya sebagai penegas identitas tim yang sedang memuncak percaya diri.
Di tengah tekanan permainan terbuka Borneo FC, performa solid lini pertahanan PERSIB turut menjadi pembeda. Pada laga ini, penjaga gawang Fitrah Maulana menjalani debutnya. Tanpa canggung, ia tampil tenang dan melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis peluang Maicon de Souza di menit ke-78.
Di lini tengah, duel terus bergulir ketat. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih PERSIB berjalan efektif, termasuk masuknya Alfeandra Dewangga dan Rosembergne Da Silva (Berguinho) pada menit ke-63 yang memberi energi baru. Dewangga bahkan hampir mencetak assist semenit setelah masuk sebelum sepakan Souza sedikit melambung.
Borneo FC yang tertinggal berupaya bermain lebih agresif dengan menurunkan dua striker, Douglas Coutinho dan Joel Vinicius. Serangan demi serangan Pesut Etam memaksa PERSIB bertahan lebih rapat. Aksi krusial Marc Klok di menit ke-80 yang berhasil menggagalkan peluang Coutinho menjadi salah satu momen penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.
Ketika waktu tambahan memasuki menit-menit terakhir dan kedua tim terlihat mulai kelelahan, sebuah aksi cepat di pengujung laga memastikan kemenangan PERSIB. Saddil Ramdani, yang baru masuk menggantikan Souza pada menit ke-75, lolos dari jebakan offside pada menit 90+7 dan menceploskan bola dengan tenang. Gol itu sekaligus menutup laga dengan skor 3-1 dan memicu euforia luar biasa tribun GBLA.
Dengan kemenangan ini, PERSIB tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 28 poin dari 12 pertandingan. Namun selisih angka dengan Borneo FC kini terpangkas menjadi lima poin—sebuah jarak yang memberi angin segar bagi perjuangan Maung Bandung untuk terus menekan pemuncak klasemen.
Debut Fitrah Maulana, ketajaman Souza, ketegasan Barba, hingga penyelesaian akhir Saddil menjadi cerminan komposisi PERSIB yang semakin padu. Dalam laga sarat tensi ini, mereka tak hanya memperlihatkan kualitas, tetapi juga ketangguhan mental—sebuah modal penting untuk menatap perjalanan panjang musim Super League 2025/26.
GBLA kembali bersorak, dan PERSIB pulang dengan kemenangan yang lebih dari sekadar tiga poin: kemenangan yang menghidupkan harapan.(ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih