Jelang Nataru, Gubernur Khofifah Turun Gunung Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil

MERAHPUTIH I BANGKALAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang turun langsung ke akar rumput. Kamis (12/12), giliran warga Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, menjadi tujuan gelaran Pasar Murah ke-285 yang sejak pagi sudah dipadati masyarakat.

Halaman Gedung Olahraga Sunan Mertoyoso berubah jadi lautan warga. Warga dari berbagai kampung berdatangan, berharap mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih bersahabat di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok.

Kedatangan Khofifah sontak menyedot perhatian. Ia menyusuri lapak-lapak pedagang, menyapa pembeli, hingga menyerahkan langsung bantuan berupa beras bagi para lansia serta telur untuk anak dan ibu hamil. Interaksi yang cair, disertai obrolan ringan khas Khofifah, membuat suasana kian hidup.

Dalam keterangannya, Gubernur menegaskan keseriusan Pemprov Jatim menghadirkan pasar murah sebagai langkah nyata menjaga daya beli masyarakat.

“Ini pasar murah yang ke-285 di tahun 2025. Kita maksimalkan menyapa masyarakat, mendekatkan pemenuhan sembako agar daya jangkau warga tetap terpenuhi. Jelang Nataru, jelang Ramadan, hingga Idul Fitri, kita punya tugas bersama melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa pasar murah bukan pesaing pasar tradisional, melainkan pelengkap.

“Saya selalu pesan, jangan gelar pasar murah berdekatan dengan pasar tradisional. Ini bukan kompetitor. Kita hanya ingin memperluas jangkauan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sesuai kemampuan ekonomi mereka,” tambahnya.

Gelaran pasar murah kali ini benar-benar dimanfaatkan warga. Sejumlah komoditas dijual dengan harga yang membuat pengunjung tak ragu mengantre panjang.

Telur ayam dipatok Rp22 ribu/kg, sementara harga pasar mencapai Rp28 ribu–Rp30 ribu.

Beras SPHP dijual hanya Rp55 ribu/5 kg, lebih rendah dari harga pasar Rp60 ribu–Rp62 ribu.

Gula ID Food turun drastis menjadi Rp14 ribu/kg dari harga normal Rp17.800.

Minyak goreng Minyak Kita Premium dilepas Rp13 ribu/liter, dibanding harga pasar Rp16.800.

Ayam potong hanya Rp33 ribu/kg, jauh lebih murah dari harga pasar Rp38 ribu–Rp40 ribu.

Antusiasme warga menjadi bukti bahwa program stabilisasi ini mendapat respons positif. Banyak masyarakat mengaku terbantu dan berharap kegiatan serupa rutin digelar di berbagai kecamatan.

Khofifah memastikan, Pemprov Jatim akan terus keliling daerah untuk menjaga rantai pasokan dan keterjangkauan pangan tetap aman.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Ini bukan hanya program, tapi komitmen,” tegasnya.

Usai Bangkalan, rangkaian pasar murah akan berlanjut. “Kemarin di Sawotratap, hari ini Bangkalan, besok insyaallah Lumajang. Mengikuti rute perjalanan kami, kami maksimalkan untuk menyapa masyarakat,” tutup Khofifah. (dpr) 

Editor : Redaksi