Barba Tegaskan Misi Wajib Menang PERSIB Saat Hadapi PSM Makassar di GBLA

Federico Barba
Federico Barba

MERAHPUTIH I BANDUNG – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dipastikan kembali bergemuruh, Sabtu malam (27/12/2025). Pertandingan tunda pekan kedelapan Super League 2025/26 antara PERSIB Bandung melawan PSM Makassar bukan sekadar laga biasa. Tiga poin menjadi harga mati, dan bek Maung Bandung, Federico Barba, berdiri di garis terdepan membawa pesan tegas: menang atau tidak sama sekali.

Bek asal Italia itu menyadari betul tantangan yang menanti timnya. PSM Makassar bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terlebih dengan karakter permainan disiplin dan kolektivitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khas tim Juku Eja. Namun, bagi Barba, justru di situlah nilai sebuah kemenangan.

“Besok bukan pertandingan yang mudah. Kami harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk meraih kemenangan,” ujar Barba dalam sesi temu media di Stadion GBLA, Jumat (26/12/2025).

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Di ruang ganti PERSIB, laga kontra PSM telah diposisikan sebagai ujian penting sekaligus momentum kebangkitan. Barba menegaskan, seluruh pemain memahami arti laga ini, bukan hanya untuk posisi di klasemen, tetapi juga untuk menjaga mental dan kepercayaan diri tim di tengah ketatnya persaingan Super League musim ini.

Persiapan PERSIB pun dilakukan secara detail. Barba mengungkapkan bahwa tim pelatih telah membedah kekuatan dan kelemahan PSM melalui analisis video. Setiap pergerakan lawan, pola serangan, hingga transisi bertahan telah menjadi bahan diskusi intens di sesi latihan.

“Pelatih telah memberikan beberapa gambaran tentunya. Kami melakukan persiapan penting untuk pertandingan besok,” ungkapnya.

Sebagai palang pintu pertahanan, Barba memahami bahwa kunci laga tidak hanya berada di lini depan. Konsentrasi selama 90 menit, disiplin menjaga area pertahanan, serta kemampuan membaca permainan lawan menjadi faktor krusial. Apalagi, PSM dikenal efektif memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Di sisi lain, dukungan penuh Bobotoh di GBLA menjadi modal tambahan yang tak ternilai. Atmosfer stadion yang selalu hidup diyakini mampu memberi dorongan moral bagi para pemain PERSIB untuk tampil dengan determinasi maksimal sejak menit pertama.

Bagi Barba dan rekan-rekannya, laga ini adalah tentang tanggung jawab. Tanggung jawab untuk menjaga marwah PERSIB di kandang sendiri, sekaligus membuktikan bahwa Maung Bandung siap bersaing di papan atas Super League 2025/26.

Ketika peluit kick-off berbunyi pukul 19.00 WIB, satu hal sudah jelas: PERSIB tidak sekadar bermain. Mereka bertarung, dengan satu tujuan yang tak bisa ditawar, tiga poin tetap di Bandung.(BAN)
 
 
 

Editor : Redaksi