Persebaya Tancap Gas, Persijap Tertekan di 45 Menit Awal
MERAHPUTIH I SURABAYA - Persebaya Surabaya mengirim pesan tegas sejak 45 menit pertama. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (28/12) sore, Green Force menutup babak pertama laga Super League 2025/2026 dengan keunggulan meyakinkan 2-0 atas Persijap Jepara.
Meski tampil sebagai tuan rumah, Persebaya sempat mendapat tekanan di awal laga. Persijap Jepara yang datang tanpa beban justru berani membuka permainan. Pada menit ke-9, Elvis Sakyi hampir merepotkan barisan belakang Green Force lewat umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan. Beruntung bagi Persebaya, Leo Lelis tampil sigap dan mematahkan ancaman sebelum berkembang menjadi peluang matang.
Ancaman tersebut seolah menjadi alarm bagi Persebaya untuk menaikkan tempo permainan. Anak asuh Paul Munster mulai mendominasi penguasaan bola dan mengalirkan serangan dari kedua sisi lapangan. Peluang pertama Persebaya lahir pada menit ke-13. Bruno Moreira menyisir sisi kiri sebelum mengirimkan umpan terukur ke arah Francisco Rivera. Gelandang serang asal Meksiko itu hanya butuh satu sentuhan kontrol sebelum melepaskan tembakan ke tiang dekat. Sayang, bola masih melebar tipis dari gawang Persijap.
Persijap tidak tinggal diam. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat kembali menunjukkan taringnya pada menit ke-19. Carlos França melepaskan sepakan keras dari sisi kanan pertahanan Persebaya. Stadion sempat terdiam ketika bola menghantam mistar gawang, sebelum akhirnya memantul keluar dan menjauh dari area berbahaya. Momen itu menjadi peluang emas Persijap yang gagal berbuah gol.
Setelah sejumlah peluang tercipta, momentum pertandingan mulai condong ke Persebaya. Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26. Francisco Rivera dijatuhkan di dalam kotak penalti usai melakukan penetrasi cepat. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Bruno Moreira yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan dingin. Tendangan penaltinya tak mampu dibendung kiper Persijap, membawa Persebaya unggul 1-0.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Green Force semakin meninggi. Aliran bola menjadi lebih rapi, sementara Persijap perlahan kehilangan kendali permainan. Persebaya kembali menambah keunggulan pada menit ke-38 melalui situasi bola mati. Dari skema tendangan sudut, Leo Lelis muncul sebagai pahlawan. Bek asal Brasil itu memenangi duel udara dan menyundul bola ke tiang dekat, menaklukkan kiper Persijap untuk kedua kalinya. Skor berubah menjadi 2-0 dan disambut sorak sorai ribuan Bonek yang memadati Gelora Bung Tomo.
Di sisa waktu babak pertama, Persebaya memilih bermain lebih tenang dan mengontrol ritme pertandingan. Persijap berusaha keluar dari tekanan, namun rapatnya lini belakang Green Force membuat setiap upaya tak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta.
Persebaya pun menutup paruh pertama laga dengan keunggulan dua gol. Performa solid di 45 menit awal menjadi modal berharga bagi Green Force untuk mengamankan tiga poin, sekaligus menegaskan ambisi mereka di kompetisi Super League 2025/2026.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih