Padat Agenda dan Diplomasi Jadwal, Khofifah–Emil Perkuat Sinergi dengan Wartawan Grahadi
MERAHPUTIH I SURABAYA — Di tengah padatnya agenda pemerintahan sejak pertengahan Oktober, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyempatkan diri bersilaturahmi dengan wartawan Pokja Grahadi, Selasa (30/12).
Pertemuan yang digelar secara santai di Gazebo Grahadi itu menjadi ruang dialog terbuka antara Pemprov Jatim dan insan pers, sekaligus refleksi akhir tahun atas dinamika kerja pemerintahan dan media.
Khofifah mengungkapkan, sejak dibukanya kembali aktivitas kementerian dan padatnya agenda fasilitasi PAPBD dari pemerintah pusat, jadwal pimpinan Pemprov Jatim nyaris tak pernah longgar. Bahkan, dalam sehari bisa mencapai puluhan titik kegiatan.
“Sering kali kami tidak berani memastikan besok pagi ke mana atau siang ke mana. Tiba-tiba tengah malam ada informasi kedatangan VIP yang harus segera didampingi,” ujar Khofifah.
Situasi tersebut, lanjutnya, menuntut kecepatan adaptasi dan sensitivitas dalam penjadwalan, baik di internal Pemprov maupun dengan Forkopimda dan kementerian. Menurut Khofifah, keberseiringan agenda pusat dan daerah menjadi kunci agar program strategis tetap berjalan selaras.
“Ini suasana yang memang menuntut semua pihak beradaptasi cepat. Kami berharap teman-teman media bisa memahami dinamika ini,” katanya.
Meski demikian, Khofifah menegaskan keterbukaan informasi tetap menjadi komitmen Pemprov Jatim. Ia menyampaikan apresiasi atas peran wartawan Pokja Grahadi yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Menutup pertemuan, Khofifah bersama Emil Dardak dan Adhy Karyono menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2026 serta harapan agar soliditas dan kebersamaan terus terjaga. Ia juga menyampaikan ucapan Natal bagi wartawan yang merayakan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Dardak juga menyerahkan bantuan berupa 2 unit personal komputer kepada Pokja Grahadi sebagai bentuk dukungan terhadap kerja jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Pokja Grahadi Fatimatuz Zahroh menilai tahun 2025 sebagai periode yang penuh tantangan, baik bagi pemerintah maupun insan pers. Ia menegaskan peran wartawan tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mengawal kebijakan publik secara kritis dan berimbang.
“Di tengah gempuran disinformasi dan kecepatan media sosial, integritas jurnalistik menjadi fondasi utama. Grahadi sudah menjadi rumah kedua bagi kami,” ujar Ima sapaan akrabnya.
Ima berharap kolaborasi antara Pokja Grahadi dan Pemprov Jatim terus berjalan dinamis pada 2026, demi menghadirkan informasi pembangunan yang akurat dan objektif kepada masyarakat.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih