PERSIB Kukuh di Puncak, Tekuk Persija dan Kunci Gelar Juara Paruh Musim
MERAHPUTIH I BANDUNG - PERSIB Bandung menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan kepala tegak. Bermain di hadapan ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2025), Maung Bandung sukses menundukkan rival abadi Persija Jakarta dengan skor tipis namun krusial 1-0. Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan dominasi PERSIB di paruh musim kompetisi.
Hasil ini memastikan PERSIB bertengger di puncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin dari 17 pertandingan. Rinciannya, 12 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan menjadi catatan solid yang mengantar Pangeran Biru keluar sebagai juara paruh musim Super League 2025/2026.
Lebih dari sekadar angka, kemenangan atas Persija memiliki nilai emosional dan strategis yang tinggi. Selain menjaga gengsi dalam laga sarat rivalitas, hasil positif ini menjadi modal penting bagi PERSIB untuk melangkah lebih percaya diri menuju putaran kedua.
Bek PERSIB, Kakang Rudianto, menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh tim. Ia bersyukur PERSIB mampu menutup paruh musim dengan hasil maksimal dan kembali menegaskan status sebagai tim papan atas.
“Alhamdulillah, bisa menang di pertandingan terakhir paruh musim. Ini hasil kerja keras semua pemain, pelatih, dan seluruh tim. Semoga tren positif ini bisa terus berlanjut ke pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar pemain bernomor punggung 5 itu.
Pada musim ini, Kakang menjadi salah satu elemen penting di lini belakang PERSIB. Ia telah tampil dalam 14 pertandingan dengan total menit bermain mencapai 974 menit. Konsistensinya di sektor pertahanan turut berkontribusi menjaga stabilitas permainan Pangeran Biru sepanjang putaran pertama.
Tak berhenti pada pencapaian saat ini, Kakang menegaskan ambisi besar PERSIB di putaran kedua. Ia berharap performa tim justru semakin meningkat, bukan sebaliknya. Targetnya jelas: mempertahankan posisi puncak hingga kompetisi berakhir.
“Sama seperti musim lalu, kami juara di paruh musim dan harus bisa juara di akhir musim. Harapannya PERSIB bisa mengukir prestasi terbaik lagi, bahkan juara untuk ketiga kalinya secara beruntun,” tegasnya.
Konsistensi menjadi kata kunci bagi PERSIB. Pengalaman musim-musim sebelumnya menjadi pelajaran berharga bahwa gelar juara tidak ditentukan di paruh musim, melainkan pada akhir kompetisi. Namun, posisi puncak saat ini memberi keuntungan psikologis sekaligus tekanan yang harus dikelola dengan matang.
Dengan fondasi tim yang solid, dukungan penuh suporter, serta mental juara yang terus dipupuk, PERSIB Bandung kini berada di jalur yang tepat untuk kembali menorehkan sejarah. Putaran kedua akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah Maung Bandung mampu menjaga singgasana hingga garis finis, atau justru terpeleset di tengah jalan.(ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih