Meski Juara Paruh Musim, Bojan Hodak Tegaskan PERSIB Belum Sempurna
MERAHPUTIH I BANDUNG — Status sebagai pemuncak klasemen dan juara paruh musim Super League 2025/26 tidak membuat PERSIB Bandung berpuas diri. Justru di balik capaian tersebut, pelatih kepala PERSIB, Bojan Hodak, menyimpan catatan panjang yang menurutnya harus segera dibenahi jika Maung Bandung ingin benar-benar menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Hodak secara terbuka mengakui bahwa performa timnya sepanjang putaran pertama belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Meski secara statistik PERSIB tampil impresif dan mampu bersaing di dua kompetisi, liga domestik serta fase grup ACL 2 pelatih asal Kroasia itu menilai masih terdapat celah yang bisa menjadi ancaman serius di putaran kedua.
“Secara umum saya tidak bisa mengeluh, karena kami berada di posisi teratas. Itu pertanda baik. Tapi jujur saja, performa kami masih bisa ditingkatkan,” ujar Hodak.
Evaluasi Hodak bukan tanpa dasar. Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial yang kerap muncul di momen-momen menentukan. Salah satunya adalah kegagalan memaksimalkan peluang dari titik penalti, yang seharusnya menjadi keuntungan mutlak bagi tim. Selain itu, PERSIB juga beberapa kali kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan hingga harus kebobolan, bahkan berujung kehilangan poin penting.
Catatan lain yang tak luput dari sorotan adalah tiga kekalahan yang dialami PERSIB sepanjang putaran pertama. Meski jumlah tersebut masih dalam batas wajar bagi tim papan atas, Hodak menilai kekalahan tersebut seharusnya bisa dihindari jika konsentrasi dan efektivitas permainan lebih terjaga.
“Jika kami bisa memperbaiki detail-detail kecil itu, hasil di putaran kedua tentu bisa lebih baik. Di level kompetisi seperti ini, satu kesalahan kecil bisa menentukan segalanya,” tegasnya.
Menatap putaran kedua, PERSIB dijadwalkan melakoni laga perdana dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 25 Januari 2026. Laga kandang tersebut menjadi ujian awal sekaligus momentum bagi PERSIB untuk menunjukkan bahwa evaluasi putaran pertama bukan sekadar wacana.
Dari sisi persiapan, Hodak menilai timnya memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembenahan. Saat ini, skuad PERSIB masih menikmati masa libur singkat usai menjalani laga panas kontra Persija Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026. Thom Haye dan rekan-rekannya mendapat jatah libur selama empat hari sebelum kembali menjalani latihan bersama.
Para pemain dijadwalkan kembali berkumpul dan memulai sesi latihan pada Jumat, 16 Januari 2026. Masa transisi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk pemulihan fisik, tetapi juga penyegaran mental setelah jadwal padat di paruh musim pertama.
Bagi Hodak, menjaga posisi puncak klasemen bukan semata soal bertahan, melainkan soal berkembang. Ia menegaskan bahwa tantangan di putaran kedua akan jauh lebih berat, karena setiap tim akan datang dengan motivasi tinggi untuk menjegal sang pemuncak klasemen.
“Kami harus lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih lapar. Semua tim ingin mengalahkan PERSIB. Itu realitas yang harus kami hadapi,” pungkasnya.
Dengan kombinasi evaluasi jujur dan waktu persiapan yang memadai, PERSIB kini dihadapkan pada satu pertanyaan besar: mampukah Maung Bandung mengubah keunggulan sementara menjadi supremasi hingga akhir musim? Putaran kedua akan menjadi jawabannya. (ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih