Tembok Bajol Ijo Kian Kokoh, Duet Gundul Leo–Risto Jadi Fondasi Pertahanan Persebaya
MERAHPUTIH I SURABAYA - Persebaya Surabaya perlahan tapi pasti menemukan bentuk terbaiknya. Di tengah ketatnya persaingan Liga 1, satu sektor yang kini paling mencuri perhatian adalah lini belakang. Pertahanan Bajol Ijo tampil semakin solid, terorganisasi, dan sulit ditembus lawan. Di balik kestabilan itu, duet bek tengah Leo Lelis dan Risto Mitrevski menjadi fondasi utama yang menopang permainan tim.
Dalam lima pertandingan terakhir saat keduanya dipercaya sebagai starter, Persebaya mencatatkan dua clean sheet dan hanya kebobolan dua gol. Statistik tersebut menjadi cerminan bagaimana duet Leo–Risto berkembang dari waktu ke waktu, membangun chemistry yang semakin matang dan kepercayaan diri yang kian kuat di jantung pertahanan.
Keduanya bukan sekadar kuat dalam duel satu lawan satu, tetapi juga disiplin dalam menjaga struktur bertahan. Leo yang dikenal agresif dan berani naik membantu serangan, berpadu dengan Risto yang tenang membaca permainan dan sigap memutus alur serangan lawan. Kombinasi itu menjadikan pertahanan Persebaya lebih seimbang, tidak mudah panik, dan mampu meredam tekanan dalam berbagai situasi.
Solidnya duet bek tengah ini turut diperkuat oleh kerja kolektif tim. Di lini tengah, Toni Firmansyah dan Milos Raickovic berperan penting sebagai penyaring pertama sebelum bola masuk ke area berbahaya. Sementara di sisi sayap, Jefferson Silva dan Catur Pamungkas tampil disiplin menjaga area fullback, memastikan koordinasi pertahanan tetap terjaga dari sisi lapangan.
Leo Lelis mengakui bahwa kekompakan tersebut lahir dari proses dan komunikasi yang terus dibangun, baik saat latihan maupun pertandingan.
“Kami merasa chemistry semakin membaik dari pertandingan ke pertandingan. Sekarang kami lebih memahami pergerakan satu sama lain, dan itu membuat lini pertahanan menjadi lebih kompak dan terorganisasi,” ujar bek asal Brasil itu.
Menurut Leo, kekuatan utama duetnya bersama Risto tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada komunikasi yang intens dan konsistensi dalam menjaga fokus sepanjang laga. Ia menegaskan bahwa hubungan profesional yang terjalin di lapangan juga diperkuat oleh kedekatan di luar pertandingan.
“Komunikasi dan konsistensi sangat penting. Kami banyak berbicara di dalam pertandingan, saling membantu, dan mencoba menjaga mentalitas yang sama di setiap laga. Semakin sering kami bermain bersama, kerja sama ini terasa semakin natural,” lanjutnya.
Kehadiran duet yang kerap dijuluki “bek gundul” ini memberi rasa aman bagi lini lain untuk bermain lebih berani. Para gelandang bisa lebih agresif menekan, sementara pemain depan memiliki kebebasan untuk fokus menciptakan peluang tanpa dihantui kekhawatiran berlebih terhadap lini belakang.
Secara statistik, kontribusi keduanya juga berbicara banyak. Risto Mitrevski telah mencatatkan 10 penampilan dengan torehan 1 gol, 1 save, 9 tekel, 34 intersep, dan 53 sapuan. Sementara Leo Lelis tampil dalam 13 pertandingan, menyumbang 2 gol, 1 save, 9 tekel, 30 intersep, serta 60 sapuan. Angka-angka tersebut menegaskan peran vital mereka, bukan hanya sebagai penjaga area pertahanan, tetapi juga sebagai pemain yang aktif membangun permainan.
Kini, fokus Leo dan rekan-rekannya tertuju pada laga berikutnya melawan Bali United, Sabtu (7/2) mendatang. Pertandingan tandang ini diprediksi menjadi ujian berat, mengingat Bali United dikenal sebagai salah satu tim paling konsisten dan kuat di liga.
Leo menegaskan bahwa seluruh pemain Persebaya telah menjalani latihan intensif sepanjang pekan untuk menjaga momentum positif yang tengah dibangun.
“Kami tahu mereka adalah salah satu tim kuat di liga. Kami akan bekerja keras untuk terus melanjutkan tren positif ini,” tandasnya.
Jika duet Leo–Risto mampu menjaga konsistensi seperti beberapa laga terakhir, Persebaya memiliki modal penting untuk terus bersaing di papan atas. Pertahanan yang solid bukan hanya soal bertahan, tetapi juga menjadi pijakan utama untuk melangkah lebih jauh dalam perburuan prestasi musim ini.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih