Khofifah Guyur Pasar Murah Jelang Ramadhan: Harga Ditekan, Daya Beli Diselamatkan
MERAHPUTIH I PASURUAN – Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kian mengintensifkan langkah pengendalian harga bahan pokok. Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri dan membuka Pasar Murah ke-19 tahun 2026 di RT 2 RW 5, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur itu langsung menyedot perhatian warga. Di tengah kepadatan antrean pembeli, Khofifah langsung menyusuri lapak demi lapak, berbincang dengan pedagang, menanyakan harga, hingga memastikan kualitas barang yang dijual benar-benar sesuai standar.
Suasana pun terasa cair dan hangat. Tidak ada jarak antara gubernur dan masyarakat. Tawa kecil sesekali terdengar ketika ia berdialog dengan para ibu rumah tangga yang tengah berburu kebutuhan dapur.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan secara langsung bantuan sosial berupa 115 sak beras masing-masing 5 kilogram untuk para lanjut usia serta 100 kantong telur bagi anak-anak dan ibu hamil.
Menurut Khofifah, Pasar Murah merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi, terutama pada periode rawan lonjakan permintaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kegiatan Pasar Murah ini kami hadirkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemilihan lokasi di lingkungan permukiman warga bukan tanpa alasan. Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, penempatan tersebut juga dimaksudkan agar tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional.
“Sekali lagi saya ingin menyampaikan ini bukan kompetitor pasar tradisional. Tapi upaya pemerintah untuk stabilisasi harga, untuk melakukan pengendalian inflasi,” tegasnya.
Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras premium dilepas seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tersedia pula tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Yang menjadi pembeda pada gelaran kali ini adalah penyediaan komoditas cabai. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram. Langkah ini dinilai strategis mengingat harga cabai kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Khofifah mengakui, kebutuhan logistik rumah tangga biasanya meningkat signifikan menjelang Ramadhan dan kembali melonjak menjelang Idul Fitri. Karena itu, intervensi pemerintah perlu dilakukan lebih awal agar lonjakan harga bisa ditekan.
“Ini sudah makin dekat Ramadhan di mana kebutuhan logistik rumah tangga semakin meningkat. Kemudian menjelang Idul Fitri akan meningkat lagi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Pasar Murah bersifat komplementer terhadap program pemerintah kabupaten/kota. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
“Ini sifatnya komplementaritas dengan tugas-tugas Bupati dan Wakil Bupati. Jadi kita saling melapisi saja. Apa yang dilakukan kabupaten/kota kita melapisi dengan Pasar Murah oleh Pemprov Jatim,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada bahan pokok, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai jajanan dan produk khas Kota Pasuruan turut meramaikan stand yang disediakan. Antusiasme warga terlihat tinggi, baik untuk berbelanja kebutuhan pokok maupun mencicipi produk lokal.
Dengan pola intervensi yang konsisten dan menyasar langsung lingkungan warga, Pemprov Jatim berharap stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak tergerus.
“Mudah-mudahan berkah manfaat untuk semua,” tutup Khofifah. (dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih