Disdik Jatim Tuntaskan Seleksi Ketat Kepala SMA Negeri Taruna, Prioritaskan Integritas dan Jiwa Kepemimpinan

Kepala Disdik Jatim, Aries Agung Paewai
Kepala Disdik Jatim, Aries Agung Paewai

MERAHPUTIH I SURABAYA – Komitmen menjaga mutu pendidikan ketarunaan di Jawa Timur kembali ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Seleksi calon kepala SMA Negeri Taruna resmi dituntaskan dengan proses berlapis dan pengujian menyeluruh, demi memastikan hanya figur berintegritas dan berkarakter kuat yang memimpin sekolah-sekolah berasrama tersebut.

Kepala Disdik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa penentuan kepala sekolah Taruna tidak bisa dilakukan secara biasa. Menurutnya, tantangan memimpin sekolah berbasis ketarunaan jauh lebih kompleks dibanding sekolah reguler.

“Saya tidak mau asal-asalan memilih calon kepala sekolah untuk menjaga kualitas SMAN Taruna. Karena tidak semua kepala sekolah bisa memimpin sekolah Taruna. Ada beban moral dan tanggung jawab besar karena sekolah Taruna kami siapkan untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang berkarakter,” ujarnya di Surabaya, Senin (23/2).

Proses seleksi dimulai dari 39 pendaftar yang mengikuti tahapan administrasi. Setelah melalui verifikasi dokumen, penelusuran rekam jejak, serta pemenuhan prasyarat formal, hanya 15 kandidat yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir penelusuran yang digelar pada 18 Februari 2026.

Saat ini, Jawa Timur memiliki enam SMA Negeri Taruna. Dua di antaranya masih dipimpin pelaksana tugas (Plt), yakni SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Selain mengisi kekosongan tersebut, seleksi ini juga menjadi langkah antisipatif menghadapi kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun dan berakhir masa jabatan pada 2027.

Seleksi dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah penjaringan dan seleksi administrasi. Tahap kedua berupa uji kompetensi komprehensif yang meliputi presentasi gagasan, wawancara mendalam, serta studi kasus kepemimpinan pendidikan.

Penilaian tidak hanya dilakukan oleh unsur internal pendidikan, tetapi juga melibatkan dewan pendidikan, akademisi, serta perwakilan TNI/Polri. Keterlibatan unsur tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan di sekolah Taruna harus selaras dengan nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta ketegasan khas pendidikan semi-militer.

Tahap selanjutnya adalah job shadowing atau observasi lapangan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Pada fase ini, para kandidat diuji langsung dalam konteks nyata kehidupan sekolah berasrama.

“Untuk observasi lapangan, kami ingin melihat kecocokan para kandidat dengan kultur berasrama atau ketarunaan dan tantangan operasional sekolah Taruna. Pada tahap ini dipantau kinerja, kolaborasi, kemampuan mengambil keputusan, keterampilan berpikir kritis, serta diminta menyusun proyek transformasi kepemimpinan,” terang Aries.

Tahap puncak adalah penelusuran akhir yang dilaksanakan dalam tiga sesi, masing-masing diikuti lima kandidat. Dalam sesi ini, para calon kepala sekolah diuji langsung oleh Kepala Disdik Jatim untuk mengukur kematangan visi, integritas personal, hingga kesiapan memimpin institusi berkarakter ketarunaan.

Aries menegaskan, seleksi ketat ini merupakan bagian dari strategi besar menjaga kualitas SMA Negeri Taruna sebagai kawah candradimuka calon pemimpin bangsa menuju visi Indonesia Emas.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Disdik Jatim, Ety Prawesti, menjelaskan bahwa kriteria kepala SMA Negeri Taruna tidak semata soal kemampuan administratif.

“Kriteria kunci kepala SMA Negeri Taruna meliputi integritas dan keteladanan karakter, kepemimpinan berdisiplin khas ketarunaan, visi kebangsaan, kemampuan manajerial, serta kecakapan membangun budaya disiplin dan kepemimpinan berkarakter ketarunaan serta prestasi, termasuk kemampuan berkolaborasi dengan mitra seperti TNI/Polri,” ujarnya.

Menurut Ety, kandidat terbaik nantinya akan ditetapkan melalui surat keputusan dan ditugaskan sesuai kebutuhan sekolah tujuan. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah Taruna harus mampu menjadi figur sentral pembentuk budaya disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan yang tangguh di lingkungan pendidikan berasrama.

Dengan proses seleksi yang komprehensif dan transparan ini, Disdik Jatim berharap SMA Negeri Taruna di Jawa Timur semakin kokoh sebagai institusi pendidikan unggulan yang melahirkan generasi berintegritas, berkarakter, dan siap memimpin masa depan bangsa.(dpr)

Editor : Redaksi