Persebaya Incar Hasil Positif di Samarinda, Tavares Siap Putus Rekor Buruk di Segiri

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares

MERAHPUTIH I SAMARINDA – Laga tandang menantang menanti Persebaya Surabaya akhir pekan ini. Tim berjuluk Bajol Ijo itu dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-25 Super League musim 2025/2026.

Pertandingan dua tim papan atas tersebut akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (7/3) malam. Laga ini diprediksi berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama tengah berburu poin penting di fase krusial kompetisi.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyadari lawatan ke kandang Pesut Etam bukan perkara mudah. Namun ia menegaskan timnya datang dengan semangat tinggi dan tekad kuat untuk meraih hasil positif.

Menurut pelatih asal Portugal itu, kunci utama menghadapi Borneo FC adalah disiplin, fokus, serta kemampuan menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan.

“Kami tahu Borneo adalah tim yang kuat. Kami melihat pertandingan terakhir mereka dan hasil bagus yang mereka dapatkan di kandang Persija. Bagi kami, yang terpenting adalah bermain sebagai tim dengan sikap yang baik dan fokus sepanjang 90 menit,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan.

Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Borneo FC saat ini berada di papan atas klasemen dan menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang musim. Stabilitas performa yang mereka tunjukkan membuat tim berjuluk Pesut Etam itu sulit dikalahkan, terlebih ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.

Tavares pun tak menutup mata terhadap rekor pertemuan kedua tim, terutama ketika Persebaya bermain di Samarinda. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Bajol Ijo jarang membawa pulang kemenangan dari Segiri.

Persebaya terakhir kali mampu menang di kandang Borneo FC pada 23 Juni 2019. Saat itu, Green Force sukses mencuri kemenangan tipis 2-1. Sejak saat itu, kemenangan di Samarinda menjadi sesuatu yang sulit diraih.

“Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang,” kata Tavares.

Meski demikian, ia tidak ingin catatan tersebut membebani mental para pemainnya. Justru sebaliknya, Tavares berharap laga ini menjadi momentum bagi Persebaya untuk mematahkan tren negatif tersebut.

Ia menilai peluang tetap terbuka jika para pemain mampu menampilkan etos kerja tinggi seperti yang mereka tunjukkan pada beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk saat menghadapi Persib Bandung dan PSM Makassar.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil bagus di sini. Saya juga berharap sikap para pemain sama seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan terakhir dan juga saat melawan PSM Makassar bisa kami ulangi di sini dan menjadi lebih konsisten,” jelasnya.

Di tengah persiapan menghadapi laga penting tersebut, Tavares juga masih memantau kondisi fisik para pemain. Ia ingin memastikan seluruh skuad berada dalam kondisi terbaik sebelum menentukan komposisi tim yang akan diturunkan di Segiri.

Evaluasi terus dilakukan, termasuk melihat kondisi pemain setelah sesi latihan terakhir menjelang pertandingan.

“Kami perlu melakukan evaluasi, melihat kondisi pemain setelah latihan hari ini dan juga besok pagi. Jika ada pemain yang mengeluh atau mengalami masalah, mungkin kami harus melakukan perubahan, mungkin juga tidak. Kita lihat nanti,” pungkasnya.

Pertemuan Persebaya dan Borneo FC diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik pada pekan ke-25. Selain mempertemukan dua tim kuat, duel ini juga akan menjadi ujian mental bagi Bajol Ijo untuk mematahkan rekor kurang bersahabat saat bertandang ke Samarinda.(smd)

Editor : Redaksi