Jatim Perkuat Jejaring Vokasi di Forum Saudagar Bugis-Makassar

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai (tengah) saat hadir dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Sulawesi Selatan
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai (tengah) saat hadir dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Sulawesi Selatan

MERAHPUTIH I MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengakselerasi penguatan pendidikan vokasi dengan memperluas jejaring kerja sama lintas daerah dan sektor. Langkah ini ditegaskan melalui partisipasi aktif dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam forum berskala nasional hingga internasional yang diikuti sekitar 2.000 peserta tersebut.

Dalam forum tersebut, Aries tidak hanya membawa misi diplomasi pendidikan, tetapi juga menampilkan langsung hasil konkret dari penguatan vokasi di Jawa Timur. Siswa dari SMKN 1 Turen diturunkan untuk menunjukkan keterampilan sebagai barista, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.

“Dalam forum ini kami membawa keterampilan siswa sebagai barista dari SMKN 1 Turen. Ini menjadi bukti nyata kesiapan lulusan vokasi dalam menghadapi dunia kerja,” ujar Aries dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.

Menurutnya, penampilan para siswa tersebut mendapat respons positif dari pengunjung. Antusiasme yang muncul menjadi indikator bahwa kualitas lulusan pendidikan vokasi Jawa Timur mampu bersaing di dunia usaha dan industri.

“Alhamdulillah, ini menarik perhatian pengunjung. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi kita tidak kalah dan siap masuk ke dunia industri,” katanya.

Aries menegaskan bahwa keikutsertaan Jawa Timur dalam PSBM bukan sekadar partisipasi seremonial. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan kualitas pendidikan vokasi kepada pelaku usaha dan industri secara lebih luas.

Ia menilai, forum seperti PSBM memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan sektor industri.

“Forum seperti ini sangat strategis untuk memperluas jejaring kerja sama lintas daerah dan sektor. Kami ingin memastikan lulusan vokasi Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aries menyebut sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Kolaborasi tersebut diyakini mampu mendorong pengembangan sektor unggulan daerah sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

Forum PSBM sendiri dikenal sebagai ruang temu para saudagar, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Kehadiran Jawa Timur dalam forum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi daerah dalam peta ekonomi nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir sebagai pembicara kunci menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat sektor ekonomi, khususnya pertanian sebagai fondasi utama.

Dalam paparannya, Amran menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang kuat antar sektor, potensi besar yang dimiliki daerah tidak akan optimal.

Dengan keikutsertaan dalam forum ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus memastikan pendidikan vokasi terus berkembang selaras dengan kebutuhan industri dan tantangan global.(pps)

Editor : Redaksi