Khofifah Salurkan BLT DBHCHT di Surabaya, Ratusan Buruh Pabrik Rokok Terima Bantuan
MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 311 buruh pabrik rokok PT Gelora Jaya (Wismilak) di kawasan Jl Buntaran, Surabaya, Selasa (21/4). Penyaluran ini menjadi bagian dari program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 yang mulai digulirkan.
Dalam suasana hangat, Khofifah menyapa para pekerja yang hadir dan mengapresiasi loyalitas mereka terhadap perusahaan. Ia mengaku terkesan dengan masa kerja panjang para buruh yang mencapai puluhan tahun.
“Terima kasih kepada keluarga besar PT Gelora Jaya Surabaya. Saya melihat senyum yang terpancar dari para karyawan. Saya tanya sudah berapa lama, ada yang 25 tahun, 27 tahun. Artinya mereka kerasan, bahagia, dan sejahtera bersama perusahaan. Mudah-mudahan semuanya baik,” ujarnya.
Penyaluran BLT ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, sekaligus menjadi momentum penting karena juga menandai satu tahun pelaksanaan program KIP Putri Jawara yang menyasar perempuan-perempuan tangguh di Jawa Timur.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas ruangan membuat tidak semua penerima bisa hadir langsung. Dari total 311 buruh penerima, hanya sebagian yang diundang secara simbolis.
“Undangan yang hadir 225 orang, terdiri dari penerima BLT Jawara dan KIP Putri Jawara. Sementara total penerima buruh pabrik rokok sebanyak 311 orang, namun tidak semuanya bisa dihadirkan karena keterbatasan tempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, 21 April menjadi tanggal bersejarah bagi program KIP Putri Jawara yang diluncurkan setahun lalu. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 10.492 perempuan di Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga resmi memulai penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026. Program ini akan menjangkau 25 kabupaten/kota dari 65 perusahaan dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar.
Untuk buruh pabrik rokok, masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Sementara itu, penerima KIP Putri Jawara di Kota Surabaya yang berjumlah 300 orang memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta per orang.
“Untuk Kota Surabaya, total bansos dari Pemprov Jatim mencapai Rp5,947 miliar. Khusus BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok dialokasikan sebesar Rp3,841 miliar yang akan didistribusikan ke berbagai perusahaan,” tambah Restu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Gelora Djaja Krisna Tanimihardja menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah atas pengelolaan DBHCHT yang dinilai transparan dan tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengelola DBHCHT secara transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai bagian dari industri hasil tembakau, perusahaan mendukung pemanfaatan DBHCHT terutama untuk kesejahteraan masyarakat, sektor kesehatan, serta penegakan hukum. Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat diyakini mampu memberikan dampak berkelanjutan.
Selain itu, pihaknya juga mendukung program kewirausahaan inklusif seperti Jawara yang digagas Dinas Sosial Jatim untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami berharap penyaluran bantuan ini bisa menjadi dorongan tambahan bagi para buruh untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi,” imbuhnya.
Krisna juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah melalui program Gerakan Diplomat Sukses (DSI), yang berfokus pada pembinaan wirausaha lokal.
“Melalui DSI, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan melalui pendampingan, akses modal, dan jaringan bisnis bagi pelaku UMKM,” tandasnya.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih