Jemaah Haji Gelombang Pertama Tiba di Madinah, Kesehatan Jadi Prioritas Utama
MERAHPUTIH I MADINAH - Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah menandai dimulainya rangkaian ibadah di Tanah Suci tahun 2026. Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Arab Saudi langsung mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik, terutama bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi rombongan tahun ini.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menegaskan bahwa jemaah diminta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas, termasuk saat beribadah. Menurutnya, stamina harus dijaga sejak awal agar jemaah mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah haji yang masih panjang hingga puncaknya pada Mei mendatang.
“Mayoritas jemaah adalah lansia, sehingga pengaturan aktivitas menjadi sangat penting. Jangan sampai kelelahan di awal,” ujarnya.
Pada hari pertama kedatangan, sebanyak 5.997 jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz hingga pukul 22.55 waktu setempat. Ribuan jemaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi, seperti Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.
Senada dengan itu, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengingatkan jemaah agar waspada terhadap suhu panas yang cukup ekstrem. Ia menyarankan penggunaan perlindungan diri seperti payung, kacamata hitam, masker, serta alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, jemaah juga diminta menjaga asupan cairan dengan rutin minum air putih setiap 20 hingga 30 menit. Penggunaan tabir surya dan pelembap bibir juga dianjurkan guna menghindari dampak paparan panas yang berlebihan.
Di tengah berbagai imbauan tersebut, kabar menggembirakan datang bagi jemaah dari lima kloter pertama. Mereka mendapatkan fasilitas penginapan yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi, hanya sekitar 50 meter dari lokasi ibadah. Kedekatan ini menjadi keuntungan besar, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, karena memudahkan mobilitas saat beribadah maupun berziarah, termasuk ke Raudhah.
Lebih dari 2.500 jemaah bahkan disebut menempati hotel yang berada di sekitar pintu 330 Masjid Nabawi, salah satu akses strategis menuju area ibadah.
Pelayanan haji tahun ini juga mengalami sejumlah penyesuaian. Salah satunya terkait distribusi kartu Nusuk yang kini telah dibagikan sejak di Indonesia. Dengan demikian, setibanya di Arab Saudi, jemaah hanya perlu mengikuti sosialisasi penggunaan kartu tersebut di hotel masing-masing. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih