Organda Jatim Siapkan Strategi Transportasi Penopang Ketahanan Pangan Nasional

Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (12/5).
Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (12/5).

MERAHPUTIH I SURABAYA — Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5). Forum organisasi transportasi darat terbesar di Jawa Timur itu menjadi momentum memperkuat peran sektor angkutan dalam menopang pertumbuhan ekonomi hingga ketahanan pangan nasional.

Mengusung tema “Menjadikan Angkutan Umum Sebagai Pilihan Masyarakat Agar Efisiensi Bisa Tercapai Dengan Tetap Mengutamakan Keselamatan dan Pelayanan”, Musda kali ini tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga arah strategis pengembangan sistem transportasi yang mendukung distribusi logistik pangan di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,96 persen secara year on year pada triwulan pertama 2026 tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sektor transportasi yang dibangun Organda.

Menurutnya, konektivitas transportasi memiliki peran vital dalam menghubungkan mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga jasa di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Triwulan pertama year on year 5,96 persen itu tertinggi se-Jawa. Itu tidak lepas dari peran strategis Organda Jawa Timur yang membangun konektivitas transportasi masyarakat, barang, dan jasa,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah menilai, Musda IX Organda Jawa Timur perlu menghasilkan langkah konkret melalui program percontohan atau pilot project distribusi logistik hasil pertanian, peternakan, hingga hortikultura. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi produk dari produsen menuju pasar maupun konsumen secara lebih efisien.

Menurut dia, Jawa Timur saat ini telah berada pada tahap mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan. Karena itu, dukungan transportasi dan logistik menjadi faktor penting agar hasil produksi pangan dapat terserap optimal.

“Saya rasa apa yang menjadi target Presiden Prabowo mewujudkan ketahanan pangan nasional, Jawa Timur sesungguhnya sudah sampai pada tahapan mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, apabila sistem penjangkauan distribusi pangan dari produsen menuju pasar induk dapat diperkuat melalui dukungan Organda, maka akan muncul harapan baru bagi penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Khofifah juga mengapresiasi kontribusi sosial Organda Jawa Timur dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk layanan mudik gratis Lebaran yang selama ini melibatkan perusahaan angkutan di bawah naungan Organda.

“Organda Jawa Timur telah memberikan peran strategis bagi proses pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terutama melalui penyiapan transportasi publik baik secara komersial maupun sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda, Adrianto Djokosoetono menekankan pentingnya penguatan sistem logistik untuk menjaga keberlanjutan surplus pangan di Jawa Timur.

Menurutnya, keberhasilan produksi pangan harus diiringi dengan sistem distribusi yang efisien agar harga dan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

“Keberlangsungan efisiensi dari produk yang diproduksi itu juga sangat terpengaruh oleh baiknya layanan angkutannya,” kata Adrianto.

Ia meminta seluruh jajaran DPD Organda di Jawa Timur dapat bergerak bersama memperluas jangkauan distribusi hasil pertanian dan peternakan, baik untuk kebutuhan di dalam provinsi maupun pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia.

“Nah, ini yang saya titipkan ke teman-teman DPD supaya mengguyub bersama-sama melangkah lebih jauh, supaya hasil pangan, hasil pakan ternak, dan lain-lain itu dapat tersalurkan dengan lebih efisien,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPD Organda Jawa Timur, Firmansyah Mustafa mengatakan pelaksanaan Musda IX merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Organda.

Ia mengakui penyelenggaraan Musda tidak akan berjalan sukses tanpa dukungan seluruh pengurus dan perusahaan otobus se-Jawa Timur.

“Pelaksanaan Musda ke-9 Organda Jawa Timur tahun 2026 adalah amanah organisasi. Tugas ini mustahil bisa kami selenggarakan tanpa kerja keras seluruh jajaran pengurus dan partisipasi rekan-rekan PO se-Jawa Timur,” katanya.

Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga agenda lima tahunan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Musda IX DPD Organda Jawa Timur diproyeksikan menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, termasuk memperkuat peran transportasi umum sebagai tulang punggung distribusi logistik dan penggerak ekonomi daerah.(pps)

Editor : Redaksi