Lautan Biru Penuhi Bandung, Pawai Juara PERSIB Jadi Perayaan Kebanggaan Warga Jabar

MERAHPUTIH I BANDUNG - Kota Bandung kembali bergemuruh. Ribuan bahkan jutaan Bobotoh tumpah ruah memadati jalanan pada Minggu (24/5/2026) untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai kompetisi musim 2025/2026 melalui agenda bertajuk Pawai Juara Panca Takhta.

Sejak pagi hari, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Warna biru mendominasi ruas jalan utama Bandung. Dari anak-anak hingga orang tua, seluruhnya larut dalam euforia kemenangan yang dianggap sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Jawa Barat.

Pawai yang dimulai dari Gedung Sate pukul 08.00 WIB itu bergerak melintasi sejumlah ruas utama kota, mulai Jalan Banda, Jalan L.L.R.E Martadinata (Riau), Merdeka, Perintis Kemerdekaan, Lembong, Veteran, Simpang Lima hingga berakhir di kawasan Jalan Asia-Afrika.

Sepanjang perjalanan, rombongan skuad Persib bersama jajaran direksi dan komisaris PT Persib Bandung Bermartabat mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Nyanyian khas Bobotoh, kibaran bendera, flare, hingga yel-yel juara terus menggema mengiringi perjalanan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Antusiasme masyarakat datang bukan hanya dari Kota Bandung. Banyak Bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat rela berangkat sejak dini hari demi menyaksikan langsung momen bersejarah itu. Jalan Asia-Afrika bahkan berubah menjadi lautan biru yang dipenuhi ribuan pendukung Persib.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan besar yang kembali diberikan Bobotoh kepada tim Maung Bandung.

Menurutnya, perayaan tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan emosional antara Persib dan masyarakat Jawa Barat yang telah terbangun selama puluhan tahun.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Bobotoh dan masyarakat yang telah hadir dan menjadi bagian dari Pawai Juara Panca Takhta. Dukungan serta kecintaan yang ditunjukkan hari ini kembali membuktikan bahwa Persib memiliki hubungan yang sangat kuat dengan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan, gelar juara musim ini bukan hanya hasil kerja keras pemain dan pelatih di lapangan, melainkan juga buah dari kesetiaan dan doa para pendukung yang terus mengawal perjalanan Persib dalam berbagai situasi.

Adhitia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan jalannya pawai, mulai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, aparat keamanan, relawan, media hingga para mitra sponsor yang terus mendukung perjalanan klub.

Meski berlangsung meriah, kepadatan massa di sejumlah titik sempat menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan di luar perkiraan. Atas kondisi tersebut, manajemen Persib turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu selama pawai berlangsung.

“Besarnya antusiasme masyarakat menjadi gambaran kecintaan luar biasa terhadap Persib. Untuk ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan sebagian masyarakat selama pawai berlangsung, kami menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas pengertiannya,” katanya.

Momen paling emosional terjadi ketika rombongan tiba di titik akhir pawai di kawasan Asia-Afrika. Para pemain dan ofisial kemudian naik ke Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia-Afrika untuk melakukan selebrasi puncak dan mengangkat trofi juara di hadapan lautan Bobotoh.

Sorak-sorai ribuan suporter langsung pecah ketika trofi diangkat tinggi ke udara. Momen itu menjadi simbol bahwa keberhasilan Persib musim ini bukan hanya milik tim di lapangan, tetapi milik seluruh masyarakat yang setia mendukung klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Usai rangkaian selebrasi, skuad Persib melanjutkan agenda menuju Pendopo Kota Bandung untuk menghadiri penyambutan resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sekaligus mengikuti ramah tamah bersama jajaran pemerintah daerah.

Perayaan Pawai Juara Panca Takhta sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang Persib sepanjang musim kompetisi 2025/2026. Di balik trofi yang diraih, tersimpan pesan kuat tentang kebersamaan, loyalitas, dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap klub yang telah menjadi bagian dari identitas daerah.

Bagi Bobotoh, Persib bukan sekadar klub sepak bola. Persib adalah simbol persatuan, kebanggaan, dan sejarah yang terus hidup di hati masyarakat.(ban)

Editor : Redaksi