Semangat Kurban dan Keteladanan Nabi Ibrahim Warnai Iduladha di Purimas Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA - Ribuan jemaah memadati Masjid As Salam Purimas, Gununganyar, Surabaya, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Suasana khidmat terasa sejak pagi ketika umat Muslim berkumpul merayakan hari besar keagamaan yang sarat makna pengorbanan dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS.
Salat Id dipimpin imam Ananda Harmadhika Putra, sementara khutbah disampaikan Ustadz Abdul Rouf. Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia Masjid As Salam menerima 11 ekor sapi dan 38 ekor kambing dari para pekurban.
Seluruh hewan kurban tersebut selanjutnya akan disembelih dan didistribusikan kepada para mustahik, baik di lingkungan Purimas maupun masyarakat di luar kawasan tersebut.

Dalam khutbahnya, Ustadz Abdul Rouf mengajak jemaah untuk mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan beribadah yang diberikan Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa berbagai aktivitas manusia, mulai makan, minum, berjalan hingga bernapas, tidak akan dapat dilakukan tanpa izin Allah.
“Banyak saudara-saudara kita yang hari ini ingin melaksanakan salat Id bersama, ingin menyaksikan penyembelihan kurban, namun harus terbaring sakit di rumah sakit. Semua kenikmatan yang kita rasakan hari ini semestinya menjadi alasan untuk semakin bersyukur kepada Allah,” ujarnya.
Ia menegaskan, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam khutbah tersebut, Abdul Rouf juga mengupas keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok ayah dan pendidik keluarga. Menurutnya, Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum mengambil pelajaran besar dari perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menjalankan perintah Allah.
Ia menyoroti bagaimana Nabi Ibrahim mendidik anak-anaknya agar tetap berada di jalan Islam. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah kewajiban orang tua membimbing dan menjaga keluarganya dari jalan yang dimurkai Allah.
“Kewajiban pertama mendidik anak adalah orang tua. Jangan sampai sibuk dengan urusan dunia, tetapi lupa menuntun anak-anak berjalan di atas jalan Allah,” katanya di hadapan jemaah.
Selain pendidikan keluarga, khutbah juga menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalankan perintah agama. Abdul Rouf menjelaskan tiga bentuk kesabaran dalam Islam, yakni sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi larangan Allah, dan sabar menghadapi ujian kehidupan.
Ia kemudian mengisahkan keteguhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Kisah tersebut disebut sebagai teladan besar tentang keimanan, tawakal, dan pengorbanan.
Menurutnya, keteladanan orang tua menjadi faktor utama lahirnya generasi saleh dan kuat akidahnya. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terlebih dahulu menunjukkan kesalehan, kesabaran, dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita ingin memiliki anak-anak yang kuat akidahnya dan baik akhlaknya, maka orang tua harus lebih dulu memberi contoh ketakwaan dan kesabaran,” tuturnya.
Pelaksanaan Iduladha di Masjid As Salam Purimas berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi momentum ibadah, kegiatan kurban juga diharapkan memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih