Antusiasme Tinggi Warnai Uji Coba SPMB 2026 di Surabaya

ilustrasi
ilustrasi

MERAHPUTIH I SURABAYA - Antusiasme masyarakat menyambut uji coba Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Surabaya terus meningkat. Memasuki hari kelima pelaksanaan uji coba yang berlangsung sejak 22 Mei lalu, posko pelayanan yang disediakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya dipadati ribuan orang tua murid untuk melakukan verifikasi data hingga konsultasi teknis pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan tingginya animo masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pembukaan uji coba SPMB. Menurutnya, jumlah warga yang datang memanfaatkan layanan pendampingan terus bertambah setiap harinya.

“Hari pertama kemarin dibuka itu sudah ribuan yang memanfaatkan. Pastinya sekarang sudah mendekati banyak, karena setiap hari selalu ada,” ujar Febrina, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar persoalan yang dihadapi para orang tua masih berkaitan dengan aspek teknis administrasi. Mulai dari kendala validasi dokumen kependudukan, persoalan domisili, hingga kebingungan dalam menentukan jalur penerimaan yang sesuai.

Menurut Febrina, kondisi di lapangan cukup beragam. Beberapa calon murid diketahui tinggal bersama wali atau keluarga lain sehingga membutuhkan penyesuaian data administrasi sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem penerimaan.

“Ada banyak orang tua dengan permasalahan tertentu, misalnya anak tinggal dengan neneknya dan segala macam. Itu kan masalah ketentuan. Kami sampaikan kembali bahwa ada empat tahapan atau metode yang bisa dipakai. Selain itu, masalah jarak dan domisili juga masih menjadi pertanyaan utama para orang tua,” jelasnya.

Meski banyak pertanyaan dan konsultasi yang masuk, Dispendik memastikan seluruh layanan berjalan lancar. Petugas di sekolah maupun posko pelayanan disebut sigap membantu warga menyelesaikan berbagai kendala selama masa simulasi berlangsung.

Febrina juga memastikan sistem aplikasi SPMB berjalan stabil tanpa gangguan berarti. Jika ditemukan hambatan, kata dia, sebagian besar dipicu oleh perangkat pribadi milik pengguna, bukan dari sistem utama yang disiapkan pemerintah.

“Terhitung lancar InsyaAllah. Tidak ada kendala sistem seperti eror yang berjam-jam. Kalaupun ada satu-dua masalah di lokasi, itu biasanya karena faktor alat atau gawai yang digunakan mandiri oleh warga. Begitu mereka mencoba di posko-posko kita, semuanya aman dan berjalan lancar,” katanya.

Menjelang pelaksanaan resmi SPMB, Dispendik Surabaya meminta para orang tua memanfaatkan masa uji coba secara optimal. Masyarakat diimbau lebih teliti dalam memeriksa dokumen dan memahami seluruh tahapan pendaftaran agar tidak mengalami kendala saat proses penerimaan resmi dimulai.

Febrina menegaskan, ketelitian orang tua menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pendaftaran siswa baru. Sebab, kesalahan kecil dalam pengisian data dapat memengaruhi proses seleksi nantinya.

“Jangan menggampangkan. Ayo dicek benar dokumen dan tahapannya. Kadang anak-anak mau submit saja takut kalau tidak didampingi. Jadi, orang tua harus benar-benar peduli dan cermat, karena pada saat hari H pelaksanaan, semua data sudah harus benar,” tegasnya.

Di sisi lain, Febrina mengungkapkan mayoritas masyarakat masih menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama. Namun demikian, ia menilai kualitas sekolah swasta di Surabaya kini juga semakin kompetitif dan layak menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Surabaya, lanjut dia, terus mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui dukungan program Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) kepada sekolah swasta.

“Negeri dan swasta itu menjadi pertimbangan para orang tua. Hari ini kalau misalkan di negeri belum beruntung, swasta terdekat dari rumah InsyaAllah polanya sama karena kita kasih semua support, termasuk Bopda. Teman-teman sekolah swasta mestinya juga sudah punya strategi untuk terus meningkatkan mutu di sekolah masing-masing,” pungkasnya.(sub)

Editor : Redaksi