Persib Cetak Hat-trick Juara, Bojan Hodak Sebut Kerja Kolektif Jadi Kunci

Bojan Hodak
Bojan Hodak

MERAHPUTIH I BANDUNG - Keberhasilan Persib Bandung menorehkan tiga gelar juara beruntun di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi catatan sejarah baru yang sulit dipisahkan dari sosok pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak. Di balik dominasi Pangeran Biru selama tiga musim terakhir, Bojan dinilai menjadi figur penting yang mampu membangun fondasi kuat hingga membawa Persib berdiri di puncak sepak bola nasional.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena belum pernah ada klub di era Liga Indonesia yang mampu mempertahankan supremasi hingga tiga musim secara berturut-turut. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Persib justru tampil konsisten dan mampu menjaga mental juara hingga akhir musim.

Bojan Hodak mengaku perjalanan panjang bersama Persib bukanlah proses yang mudah. Ia menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja bersama seluruh elemen tim, mulai manajemen, pemain, hingga dukungan besar dari bobotoh yang selalu memenuhi stadion dalam setiap pertandingan.

Menurutnya, sejak pertama kali datang ke Bandung, ia langsung merasakan atmosfer kekeluargaan di dalam klub. Situasi tersebut membuat seluruh elemen bergerak dalam visi yang sama untuk membawa Persib kembali berjaya.

“Ketika saya datang, saya menemukan banyak orang baik di klub ini. Semua mulai bekerja bersama dan dari situlah kami memenangkan trofi pertama hingga akhirnya bisa mempertahankannya,” ujar Bojan.

Meski begitu, musim ketiga disebutnya menjadi tantangan paling berat selama menangani Persib. Perombakan besar-besaran skuad memaksa tim melakukan adaptasi ulang dalam waktu yang tidak panjang. Tercatat, sebanyak 23 pemain mengalami pergantian dari total 31 pemain dalam skuad sebelumnya.

Situasi tersebut sempat membuat banyak pihak meragukan kemampuan Persib mempertahankan gelar. Namun, Bojan justru mampu menjawab tekanan dengan pencapaian yang lebih impresif. Persib tetap konsisten mengumpulkan poin dan tampil stabil menghadapi persaingan dari klub-klub dengan kekuatan finansial besar seperti Borneo FC maupun Persija Jakarta.

Bagi Bojan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga kekompakan dan karakter di ruang ganti.

“Tahun terakhir benar-benar sulit. Banyak perubahan di dalam tim, tetapi kami tetap bisa melewatinya. Itu sesuatu yang fantastis,” katanya.

Dalam testimoninya, Bojan juga menyoroti peran besar bobotoh yang menurutnya menjadi salah satu identitas utama Persib sebagai klub besar Asia Tenggara. Ia menilai loyalitas suporter menjadi energi penting yang membuat Persib selalu memiliki daya hidup kuat di setiap musim.

Menurutnya, sebesar apa pun peran pelatih dan pemain, klub tetap akan menjadi milik masyarakat Bandung dan para pendukungnya. Karena itu, ia percaya Persib akan terus berjalan kuat meski suatu saat ditinggalkan banyak figur penting.

“Klub ini lebih besar dari pemain ataupun pelatih. Akan selalu ada sosok baru, tetapi Persib akan tetap berdiri,” tegasnya.

Bojan juga memberi apresiasi khusus terhadap sikap dewasa bobotoh pada pertandingan terakhir musim ini. Ia memuji atmosfer stadion yang berlangsung tertib tanpa adanya aksi penyalaan petasan maupun invasi lapangan yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam sepak bola nasional.

Menurutnya, suasana positif seperti itu menunjukkan bahwa kultur sepak bola Indonesia mulai bergerak menuju arah yang lebih baik. Stadion, kata dia, harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi seluruh kalangan, termasuk keluarga yang ingin menikmati pertandingan bersama anak-anak mereka.

Ia menyebut keberhasilan Persib meraih tiga gelar secara beruntun otomatis akan menghadirkan tantangan lebih berat pada musim berikutnya. Semua klub dipastikan memiliki motivasi ekstra untuk menghentikan dominasi Maung Bandung.

“Tekanannya tentu akan lebih besar. Semua tim ingin mengalahkan juara bertahan. Tapi saya yakin Persib mampu menghadapi situasi itu,” ucapnya.

Mulai musim depan, posisi pelatih kepala Persib akan diisi oleh mantan asistennya, Igor Tolic. Sementara Bojan akan menjalani peran baru sebagai penasihat teknik klub.

Dalam posisi tersebut, Bojan mengaku ingin mengambil jeda sejenak dari rutinitas lapangan hijau karena alasan pribadi. Meski demikian, ia memastikan tetap berada dekat dengan Persib dan siap membantu kapan pun dibutuhkan manajemen.

Ia menegaskan masih memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan klub dan ingin tetap memberikan kontribusi, terutama dalam aspek teknis maupun pengembangan tim ke depan.

“Saya memang butuh sedikit istirahat. Tetapi saya akan tetap berada di sekitar Persib dan siap membantu jika diperlukan,” katanya.

Perjalanan Bojan Hodak bersama Persib kini meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. Tiga gelar juara beruntun bukan sekadar catatan statistik, melainkan simbol lahirnya era baru dominasi Maung Bandung di sepak bola Indonesia.(ban)

Editor : Redaksi