Khofifah Ajak Perempuan Tarekat Perkuat Ketahanan Keluarga dan Waspadai Jeratan Pinjol

MERAHPUTIH I KEDIRI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran perempuan tarekat dalam menjaga ketahanan keluarga, memperkuat moral masyarakat, serta menjadi garda terdepan menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Idarah Aliyah Lajnah Wathanah JATMAN di Pondok Pesantren Al Islahiyyah Mayan, Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6). Kegiatan bertema “Memperkokoh Peran Perempuan Tarekat dalam Membangun Keluarga dan Bangsa” itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Menurut Khofifah, perempuan tarekat tidak hanya berperan sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang kuat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Karena itu, ia mendorong penguatan dakwah yang tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Perempuan tarekat memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang tangguh. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat dan bangsa yang kuat,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan para jamaah agar mewaspadai ancaman pinjol ilegal yang banyak menjerat masyarakat, terutama kalangan muda dan perempuan. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya saat berkunjung ke RS Menur Surabaya, masih ditemukan pasien yang mengalami gangguan psikososial akibat tekanan ekonomi karena terlilit utang pinjol.

Selain persoalan ekonomi, Khofifah menyoroti pentingnya membangun family resilience atau ketahanan keluarga melalui komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Menurutnya, banyak persoalan kesehatan mental yang kerap tidak terdeteksi karena tidak tampak secara fisik.

“Orang tua harus menyediakan waktu untuk berdialog dari hati ke hati dengan anak-anak agar kesehatan mental mereka tetap terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak Wathanah JATMAN memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Ia meyakini organisasi keagamaan yang mandiri secara ekonomi akan mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi konsistensi Wathanah JATMAN dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan keagamaan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sehingga kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan harus terus diperkuat.

Pada kesempatan yang sama, Mudir ’Ali JATMAN Ali Masykur Musa menilai kehadiran Gubernur Jawa Timur dan Menteri PPPA menjadi motivasi bagi seluruh peserta Rakernas untuk terus memperkuat khidmah organisasi melalui dakwah dan pembinaan spiritual.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkokoh amaliah ruhaniyah melalui dzikir, istighasah, dan manaqib sebagai fondasi membangun pribadi berakhlak mulia serta masyarakat yang berkeadaban. Rakernas yang berlangsung selama dua hari itu menjadi momentum memperkuat peran perempuan tarekat dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa yang lebih tangguh.(red)

Editor : Redaksi