Kemenhaj Siapkan Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji 2027

MERAHPUTIH I SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M dengan mengkaji Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru di Jawa Timur.

Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7), yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf. Rapat dihadiri jajaran Kemenhaj, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Menteri Haji menegaskan seluruh persiapan harus dilakukan jauh sebelum musim haji dimulai agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi jemaah. Menurutnya, pengembangan embarkasi baru bukan hanya penambahan fasilitas, tetapi bagian dari peningkatan kualitas sistem pelayanan haji yang lebih mudah, efisien, dan berorientasi pada kepentingan jemaah.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan menjelaskan, kajian terhadap Bandara Dhoho dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Saat ini penerbangan haji dari Embarkasi Surabaya masih menggunakan pesawat Airbus A330-300 karena Bandara Juanda belum dapat melayani Boeing 777-300. Kondisi tersebut mengharuskan pesawat melakukan technical landing untuk pengisian bahan bakar sehingga menambah biaya operasional.

"Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur Mohammad As'Adul Anam mengatakan Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 calon jemaah haji dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun. Selain itu, Kemenhaj juga mengusulkan penambahan jemaah asal Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro karena akses menuju Bandara Dhoho dinilai lebih dekat dibanding Embarkasi Surabaya.

Kemenhaj berharap pembentukan embarkasi baru tersebut dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung pemerataan layanan penyelenggaraan ibadah haji di Jawa Timur.(pps)

Editor : Redaksi