Sopir Angkot Kepung Kantor Dishub Jatim, Tolak Transit Trans Jatim di Medaeng

MERAHPUTIH I SURABAYA - Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (22/7/2026). Mereka menuntut Dishub Jatim mengkaji ulang kebijakan titik transit Bus Trans Jatim di Medaeng yang dinilai berdampak besar terhadap pendapatan sopir angkot.

Aksi tersebut diwarnai dengan parkir puluhan angkot di sepanjang ruas jalan depan kantor Dishub Jatim sehingga akses frontage Ahmad Yani ditutup sementara. Aparat kepolisian mengalihkan arus kendaraan ke jalur utama Jalan Ahmad Yani untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

Dalam aksi itu, para sopir membawa spanduk berisi penolakan terhadap penggunaan Transit Medaeng oleh sejumlah koridor Trans Jatim. Mereka meminta agar lokasi tersebut hanya difungsikan sebagai titik transit Koridor 2, bukan juga Koridor 1 maupun Koridor 4.

Perwakilan sopir angkot, Supriyadi, mengatakan kebijakan yang berlaku saat ini telah memangkas pendapatan pengemudi hingga sekitar 80 persen. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak sopir kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kami meminta Transit Medaeng dikhususkan untuk Koridor 2. Dengan kondisi sekarang, omzet kami turun sampai 80 persen," ujarnya.

Meski berlangsung dengan pengamanan ketat, aksi berjalan kondusif. Sebagian besar massa tetap berada di luar kantor Dishub Jatim, sementara sejumlah perwakilan sopir melakukan audiensi dengan pihak dinas untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. Polisi juga terus bersiaga mengamankan jalannya aksi sekaligus mengatur rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.(sub)

Editor : Redaksi