Persebaya Gaungkan Stop Bullying, 10 Anak Down Syndrome Jadi Player Escort di GBT

Skuad Persebaya bersama sejumlah anak dengan Down syndrome sesaat laga melawan Madura United. (Persebaya)
Skuad Persebaya bersama sejumlah anak dengan Down syndrome sesaat laga melawan Madura United. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Persebaya Surabaya memanfaatkan laga Derby Suramadu untuk menyuarakan pesan antiperundungan. Sebanyak 10 anak penyandang Down syndrome menjadi player escort dengan membawa pesan “Stop Bullying” sebelum pertandingan melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10).

Kehadiran mereka dalam laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 itu menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan, kesempatan yang setara, dan ruang untuk berpartisipasi tanpa diskriminasi.

Ketua Panitia Pelaksana Persebaya, Ram Surahman, mengatakan stadion harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan. Sepak bola, menurutnya, juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Kami ingin Stadion Gelora Bung Tomo menjadi tempat yang terbuka bagi semua. Kehadiran anak-anak ini membawa pesan penting bahwa setiap anak berhak dihargai dan mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Ram.

Kampanye tersebut relevan di tengah dugaan perundungan dan kekerasan terhadap seorang anak penyandang Down syndrome yang juga tunawicara di kawasan Rungkut, Surabaya, pada September lalu. Kasus itu menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak, khususnya mereka yang menghadapi kerentanan berlapis akibat disabilitas.

Ram berharap pesan antiperundungan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di keluarga, sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga ruang publik.

“Harapannya, kita semua bisa semakin menghargai perbedaan dan tidak memberikan ruang bagi perundungan. Setiap anak punya hak untuk merasa aman, diterima, dan menunjukkan kemampuannya,” katanya.

Melalui semangat Persebaya untuk Semua, Green Force mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan bebas diskriminasi. Pelibatan anak-anak penyandang Down syndrome sebagai player escort sekaligus menegaskan bahwa mereka berhak hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial tanpa stigma.

Setelah pesan tersebut disampaikan, Persebaya menutup laga dengan kemenangan 3-1 atas Madura United. Miguel Pereira, Yuran Fernandes, dan Yann Mabella menjadi pencetak gol Green Force.

Di balik kemenangan itu, pesan yang dibawa dari GBT tetap penting: setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan diterima tanpa takut menjadi sasaran perundungan.(sub)

Editor : Redaksi