Program SIKAP Antar Pemprov Jatim Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat menerima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 dari tvOne di Jakarta, Senin (26/10/2026)
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat menerima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 dari tvOne di Jakarta, Senin (26/10/2026)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 dari tvOne. Program ini dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pendidikan di lingkungan sekolah.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Aries mengatakan, SIKAP mendorong siswa mengenal sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan melalui praktik langsung. Selain memperkenalkan sumber pangan, program ini juga diarahkan untuk membangun karakter disiplin, mandiri, kreatif, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Proses ini mengajak anak-anak kita belajar mengenal alam, pertanian, perkebunan, dan peternakan secara langsung,” ujar Aries.

Pada 2026, SIKAP telah menjangkau 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan melibatkan 1.548 sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas 596 SMA, 759 SMK, dan 193 SLB.

Melalui pembelajaran kontekstual di alam terbuka, Pemprov Jatim berupaya mengintegrasikan pendidikan karakter dengan penguatan ketahanan pangan. Program ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pangan sejak dini.

Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dinilai berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ajang tersebut mencakup lima kategori, mulai dari inovasi pelayanan publik hingga keberlanjutan program dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pemprov Jatim berharap SIKAP terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kesadaran ketahanan pangan melalui dunia pendidikan.(pps)

Editor : Redaksi