Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya 2026, Komitmen Tuntaskan Anak Putus Sekolah Diapresiasi

MERAHPUTIH I SURABAYA – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak mendapat apresiasi nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Anugerah Adhiwidya Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Indonesia 2026 kategori Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS).

Penghargaan dari Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Indonesia tersebut diterima Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai yang mewakili Khofifah dalam Seminar Nasional dan Munas VI FK PKBM Indonesia di Surabaya, Jumat (6/11).

Khofifah menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang selama ini bergotong royong membuka kesempatan belajar bagi anak-anak yang terkendala mengakses pendidikan.

Menurutnya, penanganan ATS dan APS membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, PKBM, keluarga, dunia usaha, hingga masyarakat. Tidak boleh ada anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan keluarga.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp50 miliar pada 2026 untuk bantuan pendidikan bagi 50.000 murid afirmasi SMA, SMK, dan SLB. Masing-masing penerima memperoleh Rp1 juta untuk meringankan beban biaya pendidikan.

Selain itu, Pemprov Jatim menggandeng lembaga pendidikan swasta menyediakan 143.131 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan. Program tersebut mencakup 81.131 kuota untuk siswa SMA/SMK swasta dan 62.000 kuota bagi calon mahasiswa di 84 perguruan tinggi swasta.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat lulusan SMP/MTs di Jatim pada 2026 mencapai 618.479 murid, sementara daya tampung SMA/SMK negeri hanya 244.621 kursi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa apresiasi dari FK PKBM Indonesia menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur sekaligus pengingat untuk terus menjangkau anak-anak yang masih menghadapi hambatan pendidikan.

 

“Selamat kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa atas Anugerah Adhiwidya PNFI 2026 kategori Pelopor Penuntasan ATS/APS. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur dan merupakan apresiasi atas komitmen Ibu Gubernur dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh anak,” ujar Aries.

 

Menurut Aries, setiap anak memiliki latar belakang dan hambatan yang berbeda. Bagi anak yang kesulitan mengikuti pendidikan formal secara reguler, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyediakan pilihan belajar dengan waktu dan pola pendampingan yang lebih fleksibel. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan agar anak dapat kembali belajar dan melanjutkan pendidikannya.

 

“Penanganan ATS dan APS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, PKBM, keluarga, dan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa anak-anak yang menghadapi hambatan pendidikan tetap mendapatkan pendampingan dan layanan belajar yang sesuai. Jangan sampai kondisi yang mereka hadapi hari ini menutup kesempatan untuk meraih cita-cita di masa depan,” pungkas Aries.(pps)

Editor : Redaksi