Kepala Sekolah SDN Bringkang yang Nasionalis dan Agamis

Almarhum Suhardjo, S, Pd. IST
Almarhum Suhardjo, S, Pd. IST

 

Catatan:

Eko Yudiono

Editor Harian Merah Putih

Kepala sekolah SDN Bringkang, Suhardjo, S.Pd menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis, (25/6) selepas Magrib. Kepergiannya jelas membuat kaget rekan-rekan sejawatnya. Juga tetangga dan dan keluarga besarnya. Diagnosa dokter, almarhum meninggal karena sakit lambung.

Suhardjo selain dikenal sebagai kepala sekolah SDN Bringkang (UPT SD NEGERI 217 GRESIK), ia juga dikenal sebagai Pembina pramuka. Sebelum akhirnya menjadi kepala sekolah, Suharjo kerap mewakili Gresik di even-even pramuka.  Baik tingkat Kecamatan, Kabupaten hingga nasional.

Penulis juga pernah merasakan bimbingannya ketika masih menjadi siswa SMP. Dikenal humoris, Suhardjo juga sangat peka terhadap lingkungan sekitar. Seorang tetangga pernah menceritakan kebaikan Suhardjo.

Katanya, suatu hari, almarhum tiba-tiba membawa sejumlah ikan. Ikan-ikan itu dibagikan kepada tetangganya. Juga keluarganya. Ketika ditanya darimana ia mendapatkan ikan-ikan itu, dengan spontan ia menjawab bahwa, tambaknya baru saja panen.

Jawaban itu tentu tidak dipercaya begitu saja. Karena Suhardjo memang tidak punya tambak. Tapi, lama kelamaan, apa yang dilakukan Suhardjo menjadi kebiasaan dan warga maklum. Sebab, niat sesungguhnya adalah berbagi dengan sesama.

Abu, salah satu takmir masjid setempat mengenang betapa humorisnya almarhum. “Orangnya humoris. Suka tersenyum dan pastinya baik. Saya bersaksi almarhum adalah orang baik,” ungkap Abu.

Sebelum adzan Jumat berkumandang, jenazah Suhardjo disalatkan di Masjid dekat rumahnya. Kebetulan, Almarhum juga menjadi sponsor pembelian keranda jenazah baru. Keranda jenazah dengan bahan aluminium itu baru dibayar cash beberapa hari menjelang Suhardjo menghembuskan nafas terakhirnya. Bisa dibilang, keranda jenazah tersebut pertama kali (dianyari) oleh almarhum.

Sebelum jenazah dikebumikan di belakang masjid yang menjadi tempat peristirahatan terakhir, perwakilan Dinas Pendidikan Menganti, H Suparno, M.Pd memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dia juga bersaksi bahwa almarhum adalah orang baik yang seketika diamini oleh para petakziah yang kemarin ikut menyalatkan.

Hilmi, tetangga komplek Perumahan Menganti Emas, tempat tinggal Almarhum, mengatakan tidak seberapa mengenal almarhum. Tapi dia mengatakan almarhum adalah orang baik, humoris dan supel terhadap siapa saja.

Istri Hilmi  yang pernah mengikuti ektra kurikuler pramuka bercerita, Suhardjo mempunyai julukan Guru Besar (Gubes). Selain karena Kepala Sekolah, almarhum mempunyai ukuran tubuh yang besar (big size).

Di percakapan grup WhatsApp kampung, Suhardjo juga dikenal selalu menggunakan huruf besar (kapital) ketika komentar di grup. Sehingga warga Perum Menganti Emas, hafal.

Dikenal juga sebagai tokoh kampung karena merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Suhardjo juga loyal dan cinta tanah air.

Ini terlihat di profile WhatsAppnya yang tidak pernah ganti hingga akhir hayat. Profilenya bertuliskan, “JIWA RAGAKU, HIDUP MATIKU, TETAP KUCINTA TANAH AIRKU,” bisa ditebak, statusnya ditulis dengan huruf besar (kapital).

Sangat cinta tanah air begitulah almarhum. Semoga diterima di sisi-NYA, bertemu Hadrotus Syeikh KH Hasyim As’ary yang nasionalis, agamis dan Gus Dur yang humoris. Semoga Husnul Khotimah pak Gubes (Lek Harjo). Aamiin. (*)

 Nb: Terinspirasi dari status Facebook Hilmy Adib. (Terima kasih mas).

 

 

Editor : Eko Yudiono